Berita Aceh Jaya

Keuchik Alue Ambang Sebut Raja Saputra yang Meninggal Bunuh Diri Alami Gangguan Jiwa

Raja Saputra (26) ditemukan meninggal dunia didalam rumahnya dikawasan Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, sekitar pukul 20.00 WIB,

Keuchik Alue Ambang Sebut Raja Saputra yang Meninggal Bunuh Diri Alami Gangguan Jiwa
FOTO KIRIMAN WARGA
Kolase foto seorang warga Teunom yang ditemukan meninggal dengan kondisi seutas tali melilit di lehernya, Rabu (4/9/2019) malam. 

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG – Raja Saputra (26) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Desa Alue Ambang, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya, sekitar pukul 20.00 WIB, Rabu (4/9/2019).

Korban ditemukan dalam kondisi setengah telengkup dengan leher terikat pada seutas tali di dapur rumahnya.

Keuchik Gampong Alue Ambang, Ishadi Is yang dihubungi Serambinews.com, menjelaskan jika korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang saat itu sedang menjemput anaknya pulang pengajian di sebuah rumah yang berdekatan dengan rumah korban.

“Yang tahu pertama korban meninggal itu Musliadi, beliau menunggu anak pulang ngaji disamping rumah korban, jadi yang tetangga itu juga curiga kenapa tidak nampak hampir sehari lebih, karena biasa nampak keluar mau lewat belakang atau depan rumah,” jelasnya.

“Karena curiga makanya beliau bersama warga yang lain masuk kedalam rumah korban dan menemukan korban sudah dalam posisi seperti itu,” tambahnya.

Baca: Nurdin Meninggal Dunia Saat Gali Sumur, Diduga Ini Penyebabnya

Baca: BREAKING NEWS - Curi Tiga Laptop di Kantor Badan Pusat Statistik, Aksi Pria Ini Terekam CCTV

Baca: BREAKING NEWS - Warga Teunom Ditemukan Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri, Begini Posisi Jasadnya

Keuchik Alue Ambang sendiri juga menambahkan, jika korban sendiri memiliki gangguan kejiwaan.

“Dia itu memang mengalami gangguan jiwa, jadi dia juga harus selalu mengosumsi obat agar tidak kambuh,” ungkapnya.

Raja sendiri juga tinggal seorang diri dirumahnya, dimana keluarganya sendiri berada jauh dengan korban.

“Keluarga beliau jauh semua, dan kedua orang tua juga sudah meninggal dunia, jadi yang lihat-lihat ya tetangga, kadang-kadang juga tetangga yang kasih makanan untuk korban,” pungkasnya.

Dirinya bersama warga lain juga menduga jika korban meninggal lantaran bunuh diri.

“Kalau dibunuh kayanya tidak, walaupun gangguan jiwa korban tidak pernah menggangu orang, dan beliau juga sering mengamuk sendiri baik memecahkan kaca atau apa jadi kalau ada luka mungkin karena mengamuk lantaran tidak ada obat,” tandasnya.

“Untuk saat ini jenazah korban hingga saat ini masih berada dirumah duka dan menunggu pihak kepolisian,” tutupnya. (*)

Penulis: Riski Bintang
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved