Info Aceh Timur

Angka Stunting di Aceh Timur Capai 8.467, Ini Faktor Penyebabnya

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek dari usianya.

Angka Stunting di Aceh Timur Capai 8.467, Ini Faktor Penyebabnya
Hand-over dokumen pribadi
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Aceh Timur, Zainal Abidin SKM MKes. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Pemkab Aceh Timur, melalui Dinas Kesehatan, fokus melakukan penurunan angka stunting di Aceh Timur, yang tergolong tinggi yaitu hingga Juli 2019 mencapai 8.467 orang anak yang menderita stunting.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek dari usianya.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Sahminan, didampingi Kabid Kesehatan Masyarakat, Zainal Abidin, SKM, MKes, kepada Serambinews.com, mengatakan ada 14 instansi pemerintah kerjasama untuk menekan angka stunting dengan peran dan tupoksi yang berbeda.

Ke-14 instansi tersebut yakni, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perikanan, PUPR, Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan KB, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Disdukcapil, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Dinas Infokom, DPMG, dan Bappeda.

Sedangkan Dinas Kesehatan, Aceh Timur, jelas Kabid Kesmas, Zainal memiliki 12 tugas diantaranya pembinaan dalam rangka peningkatan status gizi masyarakat, peningkatan pengetahuan status gizi masyarakat, pembinaan pencegahan stunting, promosi strategi kesehatan, peningkatan surveilans gizi, penguatan intervensi suplementasi gizi pada ibu hamil dan balita.

Selanjutnya, penyediaan makanan tambahan bagi bumil kurang energi kronis (KEK), penyediaan MTB bagi balita kurang gizi, suplementasi gizi mikro, peningkatan persalinan di fasilitas layanan kesehatan, pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), pengendalian penyakit filariasis dan kecacingan.

Zainal mengatakan, tingginya angka stunting di Aceh Timur disebabkan beberapa faktor yaitu, karena praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan pengawasan sebelum persalinan atau (Ante Natal Care), perawatan setelah kelahiran (post natal care), dan pembelajaran dini yang berkualitas, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi.

Namun terkait sanitasi, jelas Zainal, 77,7 persen warga Aceh Timur sudah memiliki akses sanitasi ke jamban sehat. Sisanya, 22,3 persen belum memiliki akses.

"Dari dari 513 desa di Aceh Timur sebanyak 94 desa warganya secara keseluruhan telah memiliki akses 100 persen ke jamban sehat di rumahnya," jelas Zainal.

Jika secara nasional dari 514 kabupaten di Indonesia, Aceh Timur,  ranking 144 akses warga ke jamban sehat. Dan di Aceh ranking 2 setelah Banda Aceh.

Rumah yang memiliki akses sehat ke jamban, jelas Zainal, resiko menderita sakit diare berkurang sehingga tidak menggangu pertumbuhan si anak, salah satu penyebab stunting.

Saat ini, jelas Zainal, ada 10 desa dalam 6 kecamatan sebagai lokus penanganan stunting.

Ke-10 desa tersebut yakni, Sampoimah (Kecamatan Idi Rayeuk), Seuneubok Panton, Cempedak, Keudondong, Alue Siwah (Darul Fallah), Alue Buloh Dua (Simpang Ulim), Seuneubok Dalam, Seuleumak Muda (Nurussalam), Paya Kalui (Peureulak), dan Seuleunak (Serbajadi).(*)

Baca: Mahyeddin, Keuchik di Aceh Utara Jago Olah Jengkol Jadi Kerupuk dan Insektisida, Begini Prosesnya

Baca: Jelang 10 Muharram, Ini Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram, Lengkap Bacaan Niat dan Keutamaannya

Baca: Genset Bantuan Diduga Digelapkan, Warga Serahkan Dokumen ke Jaksa

Baca: Kisah Pencari Pucuk Nipah, Bergantung Hidup dari Sarang Buaya

Baca: Mahasiswa S2 ITB Tewas Bunuh Diri di Kamar Kos, Ini Ini Pesan Terakhir yang Ditinggalkan

Baca: 5 September dalam Sejarah: Pesawat Mandala Airlines Meledak di Medan, 149 Orang Meninggal Dunia

Penulis: Seni Hendri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved