Berita Aceh Tengah

Bentang Danau Lut Tawar Makin Menyusut, Ini Beragam Penyebabnya

Luas atau bentang Danau Lut Tawar, di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sejak beberapa tahun terakhir semakin menyusut. Diperkirakan...

Bentang Danau Lut Tawar Makin Menyusut, Ini Beragam Penyebabnya
IST
Danau Laut Tawar, Takengon, Aceh Tengah. 

Bentang Danau Lut Tawar Makin Menyusut, Ini Beragam Penyebabnya

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Luas atau bentang Danau Lut Tawar, di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, sejak beberapa tahun terakhir semakin menyusut. Diperkirakan, ada beragam faktor sehingga luasan danau yang ada di Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu, terus mengalami pengurangan.

Pengurangan luas area Danau Lut Tawar, diperkirakan karena adanya aktifitas penimbunan sepadan danau yang digunakan untuk beragam keperluan masyarakat. Diantaranya, dijadikan sebagai lokasi objek wisata, serta ada juga menjadi lokasi pemukiman baru.

Kepala Bidang, Penataan, Penaatan, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Aceh Tengah, Ridwan Iriadi kepada Serambinews.com, Kamis (26/9/2019) mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pihak Unsyiah beberapa tahun lalu, sejak tahun 2002 sampai dengan tahun 2012, terjadi pengurangan luas bentangan danau sebanyak 24 hektar.

“Itu artinya, dalam setahun menyusut sekitar 2,4 hektar. Dan itu hasil penelitian sampai 2012, bisa jadi jumlahnya semakin bertambah sampai dengan tahun 2019 ini,” kata Ridwan Iriadi.

Disebutkan, salah satu cara untuk mengetahui adanya pengurangan luas bentangan Danau Lut Tawar yaitu dengan melihat serta membandingkan peta danau di tahun 2002 dengan peta tahun 2012.

Kemungkinan Besar, Aceh tak Ikut PON XX Papua, Ini Penyebabnya

Aceh Jadi Tema Utama Gebyar Pernikahan Indonesia 2019

Kasus Bocah Pengemis Dirantai Bikin Miris, Unicef Temui Wali Kota Lhokseumawe, Ini yang Dibicarakan

“Meski hasil penelitian tidak menyebutkan faktor penyebabnya, namun fakta di lapangan bisa kita lihat, bahwa ada aktifitas penimbunan sepadan danau yang dilakukan oleh masyarakat untuk beragam keperluan,” sebutnya.

Disisi lain, juga terjadi penurunan debit air dari tahun ke tahun yang disebabkan berkurangnya jumlah aliran sungai yang mengairi Danau Lut Tawar.

“Contohnya, tahun 1969 ada sekitar 40 sungai yang airnya mengalir ke danau, tapi pada tahun 2.000 tinggal 25 sungai, tahun 2009 tinggal 21 sungai dan di tahun 2013, hanya tersisa 17 sungai,” papar Ridwan Iriadi.

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Aceh Tengah untuk menjaga kelestarian Danau Lut Tawar, yaitu membentuk rencana pengelolaan danau.

Delegasi dari Oman Berkunjung ke Masjid Oman Al Makmur Lampriek

Kemenkumham Aceh Sosialisasikan RUU Pemasyarakatan, Isinya Apa Saja Sih Hingga Ditunda Pengesahan?

UPDATE Dampak Gempa Ambon, 20 Orang Meninggal dan Ribuan Lainnya Mengungsi, Ini Data BNPB

“Pemerintah saat ini, sedang konsen terhadap progran rencana pengelolaan danau. Sampai hari ini, masih terus bergulir tahap demi tahap,” pungkasnya.

Danau Lut Tawar, merupakan salah satu potensi alam yang dimiliki Kabupaten Aceh Tengah.

Keberadaan danau ini, menjadi salah sumber mata pencarian bagi sebagian masyarakat yang berprofeai sebagai nelayan. Selain itu, keberadaan danau juga menjadi sumber hadirnya proyek PLTA Pesangan 1 dan 2 yang saat ini, masih dalam tahap pengerjaan.(*)

Demo Tolak RUU di Aceh Barat, SPBU Kuta Padang Tutup saat Pendemo Berlarian

Polisi Ungkap Motif Pelaku Pembunuhan Wakidi di Nagan Raya

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved