Perempuan Misterius Ngaku Kepala BKPP, Telepon Pejabat Janjikan Promosi Asal Bayar Rp 47 Juta
Percobaan penipuan itu terkait iming-iming promosi jabatan apabila pejabat bersangkutan bersedia mentransfer sejumlah uang.
Perempuan Misterius Ngaku Kepala BKPP, Pejabat Dijanjikan Promosi Asal Bayar Rp 47 Juta
SERAMBINEWS.COM, KULON PROGO - Upaya penipuan menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Percobaan penipuan itu terkait iming-iming promosi jabatan apabila pejabat bersangkutan bersedia mentransfer sejumlah uang.
Pada aksinya, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu mencatut nama Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kulon Progo, Yuriyanti.
Pelaku menelepon sejumlah pejabat dan menjanjikan akan memudahkan promosi jabatan struktural tertentu asalkan mereka mengirimkan nominal tertentu.
Kepala Seksi Seni dan Film, Dinas Kebudayaan Kulon Progo, Gunawan Edi Nugroho termasuk di antara pejabat yang diincar pelaku.
Baca: Diblokir Pakai Kelapa Sawit, Jalan Langkahan-Cot Girek Rusak Parah
Baca: Jurnalis Gelar Aksi di Simpang Lima, Tolak Kriminalisasi Jurnalis dan Aktivis

Ilustrasi (Istimewa)
Gunawan mengatakan, pada Jumat (27/9/2019) pagi menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kepala BKPP.
Pelaku itu menawarkan promosi jabatan menjadi Kepala Bagian kepada Gunawan.
Perempuan pada telepon itu memintanya mentransfer sejumlah uang untuk memuluskan proses 'promosi jabatan' tersebut.
"Dia meminta Rp 47 juta, alasannya untuk 'nalangi'anggaran pelantikan," kata Gunawan, Senin (30/9/2019).
Untungnya, Gunawan sudah curiga dengan tawaran tersebut dan tak langsung mengiyakan.
Ia hanya menjawab punya uang sebatas Rp 5 juta saja.
Setelah panggilan telepon berakhir, Gunawan berusaha konfirmasi kepada seorang rekannya yang bertugas di BKPP.
Baca: Cerita Mistis Tentang Menara Saidah yang 10 Tahun Kosong, Driver Ojol Kerap Dapat Orderan Fiktif
Baca: Pengawal Setia Raja Salman Ditembak Mati Saat Cekcok dengan Temannya, Berikut Kronologi Lengkapnya

Ilustrasi penipuan dengan berbagai gaya dilakukan di Jepang (Richard Susilo)