Konflik Timur Tengah Memanas, Militer Arab Saudi Dituduh Serang Kapal Tanker Iran
Perusahaan tanker nasionl Iran (NITC) menyatakan api telah dipadamkan dan tumpahan minyak telah dapat dikendalikan.
Konflik Timur Tengah Memanas, Militer Arab Saudi Dituduh Serang Kapal Tanker Iran
SERAMBINEWS.COM, IRAN - Konflik Timur Tengah antara Iran dan Arab Saudi memanas.
Perusahaan minyak nasional Iran (NOIC) menyatakan satu dari beberapa tankernya diserang dengan menggunakan dua rudal di Laut Merah, sekitar 90 km dari pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
NOIC menyatakan kapalnya aman dan awaknya selamat.
Perusahaan tersebut juga menyatakan tumpahan minyak telah dikendalikan.
NOIC menyangkal sejumlah laporan yang menyatakan misil kemungkinan berasal dari Arab Saudi.
Belum didapat konfirmasi independen tentang laporan serangan dan Arab Saudi belum berkomentar.
Perusahaan tanker nasionl Iran (NITC) menyatakan api telah dipadamkan dan tumpahan minyak telah dapat dikendalikan.
Televisi pemerintah Iran mengidentifikasi kapal sebagai tanker minyak Sinopa, tetapi NIOC kemudian mengklarifikasi nama kapal yang diserang adalah Sabiti.
• Tiga Anggota TNI Dicopot Karena Status Istri yang Nyinyir Terhadap Wiranto, Berikut Fakta-faktanya
• Sipir Simpan Sabu dalam Karung, Istri Tunjuk 20 Kg Barang Bukti ke BNN
• BREAKING NEWS: Sinabang Membara, 29 Unit Ruko Terbakar
• Istri Posting Nyinyir di Medsos, Ini Aktivitas Dandim Kendari Sebelum Dicopot Jenderal Andika
• VIRAL Pengantin Pria Perkosa Pendamping Pengantin Jelang Pernikahan, Mempelai Wanita Histeris
Perusahaan pelacak kapal maritim Tanker Trackers menyatakan tanker secara berkala digunakan mengangkut minyak dengan tujuan Suriah, meskipun diberlakukan sanksi internasional.

Sumber pada perusahaan analisis maritim Windward mengatakan kepada BBC bahwa adalah biasa bagi kapal NITC untuk mematikan pelacak sistem identifikasi otomatis (AIS) untuk menghindari deteksi - sering kali untuk menghindari sanksi internasional atau gangguan dari Arab Saudi.
Menurut peraturan, kapal seperti itu harus mengarahkan AIS kembali ke dekat Terusan Suez.
Sumber Windward mengatakan kapal minyak Iran itu bergerak secara biasa karena menghidupkan kembali AIS tiga hari lalu, setelah "tidak bisa dihubungi" selama lebih dari 50 hari. Transmisi terakhir kapal adalah saat berada di Teluk Persia.
Hal ini terjadi di tengah-tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan Arab Saudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-tanker-minyak-iran.jpg)