Breaking News:

Invest in Aceh

Terkait Pengelolaan PKS Krueng Luas, Pemkab Aceh Selatan Diminta tak Salah Pilih Investor

Ketua LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami, meminta Pemkab Aceh Selatan benar-benar teliti dan jeli.

SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Ketua LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami. 

Terkait Pengelolaan PKS Krueng Luas, Pemkab Aceh Selatan Diminta tak Salah Pilih Investor

Laporan : Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Ketua LSM Forum Pemantau dan Kajian Kebijakan (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami, meminta Pemkab Aceh Selatan benar - benar teliti dan jeli dalam memilih investor pengelola pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang berada di Desa Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur.

"Selalu gagal dalam pengelolaan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik Pemkab yang terletak di Gampong Krueng Luas, haruslah menjadi catatan penting bagi Pemkab Aceh Selatan, sebab akan sangat merugikan daerah dalam hal PAD dan mengecewakan masyarakat dalam hal Pertumbuhan Ekonomi,"  kata Ali Zamzami kepada Serambinews.com, Jumat (18/10/2019).

Dia meminta, Pemkab Aceh Selatan tidak boleh lagi terjebak dan tertipu oleh ‘Investor aba-abal” seperti sebelumnya. Kedepan dia menyarankan Pemkab harus selektif dalam menerima investor yang masuk, atau Pemkab dapat mengelola sendiri tanpa menggunakan pihak ketiga.

Pohon Tumbang Timpa Rumah Janda Miskin di Lubok Aceh Besar, Juga Hantam Dua Motor dan Satu Nissan

Jalan Lintas Menuju Kota Jantho Aceh Besar, Bertabur Batu

Irwansyah Dilaporkan ke Polisi oleh Medina Zein, Dituduh Gelapkan Uang Rp 1,9 Miliar

"Dengan adanya beberapa kasus kegagalan investasi pengelolaan selama ini, Pemkab harus lebih berhati-hati dalam membangun kerjasama atau menyewakan asset daerah tersebut," sarannya.

Setelah dilakukan pemutusan kontrak beberapa hari yang lalu dengan CV SINAR SURYA yang dianggap telah gagal (Wanprestasi) dalam kontrak mengoperasionalkan pabrik harapan masyarakat tersebut, LSM Formak mendorong adanya kebijakan baru yang tepat agar Pabrik yang katanya sudah selesai direhab itu bisa beroperasi. "Karena itu sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat," paparnya.

Namun pihaknya juga mengingatkan, agar tidak gegabah dan perlu berhati-hati dalam menentukan pilihan sistem dan mekanisme pengelolaan kedepan, agar kegagalan yang terjadi tidak terulang kembali denga luka baru pengelolaan asset daerah yang tidak murah harganya itu.

Bupati Rocky Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Irigasi

BEREH, Catatan Perjalanan Keliling Aceh

"Sebelumnya juga ada persoalan mendasar yang harus diselesaikan oleh Pemkab Aceh Selatan, yaitu masalah keabsahan kepemelikan lahan lokasi PKS tersebut yang hingga saat ini menjadi Pekerjaan rumah dan belum terselesaikan, jangan dikemudian hari ketika pabrik baru mulai mengoperasi malah timbul persoalan baru terkait sengketa tanah," bebernya.

Diungkapkannya, bahwa tanah lahan PKS tersebut adalah berasal dari Hibah masyarakat setempat untuk Koperasi dimasa pemerintahan Bupati T Maksalmina Ali dan BUMD dibawah Pimpinan Sulaiman Adami yang kemudian dikabarkan tanah tersebut sudah pernah di sertifikasi atas nama Pribadi Oknum tertentu, dan saat ini sertifikat tanah tersebut tidak diketahui keberadaannya.

"Bahkan ada isu bahwa sertifikat tanah tersebut telah menjadi agunan pinjaman kredit pribadi pada salah satu Bank konvesional, ini hal yang tidak kalah penting untuk diselesaikan menurut kami, dan persoalan ini tidak boleh menjadi warisan kepada generasi mendatang, ini harus diselesaikan sekarang, mumpung para pelaku sejarah atas lahan dan lahirnya PKS tersebut masih ada," ingatnya.

Besok, Hujan Masih Berpotensi Turun di Barat Selatan Aceh

Menurut Ali Zamzamu sudah terlalu banyak uang rakyat yang habis pada Pabrik CPO milik Pemkab Aceh Selatan yang berada di Gampong Krueng Luas, Kecamatan Trumon Timur tersebut sejak didirikan pada tahun 2005 silam, namun hingga saat ini rakyat dan daerah belum mendapatkan manfaatnya yang sepadan, apa lagi sekarang ini keberadaan Pabrik Kelapa Sawit yang aktif beroperasi sangat dibutuhkan di wilayah tersebut dan Aceh Selatan secara umum.

"Diharapkan, dalam waktu tidak lama kedepan ini, pabrik tersebut bisa beroperasi dan masyarakat petani sawit Aceh Selatan akan sangat terbantu tentunya. Apalagi saat ini harga sawit yang sedang anjlok, masyarakat sangat terbebani dengan harus membawa hasil panennya keluar daerah selama ini," pungkas Ali Zamzami.(*)

KNPI Aceh Timur Ajak Pemuda Sukseskan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden

2 Napi Lapas Banda Aceh Miliki Sabu, Begini Kronologis Ditangkap Petugas Hingga Ditahan di Polresta

Penulis: Taufik Zass
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved