Sabtu, 11 April 2026

Berita Bireuen

Warga Peudada Meninggal Akibat Tersambar Petir, Begini Cerita Pak Keuchik

Saat berteduh di bawah pohon, tiba-tiba datang petir. Razali Affan terpental ke sawah. Begitu juga Nisrina dan Janwar.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Keuchik Meunasah Alue, Peudada, Hurriman. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM - Dua orang petani warga Desa Meunasah Alue, Peudada, Bireuen meninggal dunia sekitar pukul 16.00 WIB, Minggu (20/10/2019) setelah terkena petir saat berada di areal persawahan Desa Meunasah Tunong kacamatan itu, seorang lainnya masuk Puskesmas Peudada, ketiganya saat itu sedang memanen di sawah mereka.

Keuchik Desa Meunasah Alue (orang sering menyebut desa Ikue Alue), Hurriman (55) kepada Serambinews.com, Senin (21/10/2019) mengatakan, sore kemarin ada sejumlah orang pergi ke sawah memanen padi,  Razali Affan (49) bersama keluarganya bernama Nisrina M Sayuti (34) memanen padi, sedangkan suami Nasrina bernama  Rizal (41) yang juga ketua peutuha peut desa sudah pulang duluan mengangkut padi.

Kemudian turun hujan, Razali Affan dan Nisrina segera berteduh di salah satu pohon di areal persawahan, kemudian terlihat Janwar (34) yang hendak pulang, ia dipanggil oleh Razali Affan karena hujan sedang teras dan petir. Mereka bertiga kemudian berteduh di bawah pohon tersebut, tiba-tiba datang petir, Razali Affan terpental ke sawah. Begitu juga Nisrina dan Janwar.

Ketiga korban segera dibawa pulang dengan salah satu beca milik petani setempat sedang memotong rumput di kawasan itu, ketiga korban dibawa ke Puskesmas Peudada, saat tiba di rumah sakit, dua orang sudah meninggal dunia dan satu lainnya bernama Janwar mengalami luka ringan dan trauma.

Razali Affan merupakan salah seorang warga miskin di desa itu beristrikan  Ratnawati (45) sudah memiliki tiga orang anak yaitu Lisa Ismaya (21) baru saja selesai kuliah, Ikbal (19) tamat SMA  dan Muhajir (12) murid kelas VI SD. Sementara Nisrina merupakan tenaga honor sebagai operator di SD 5  Paya Beunot, Peudada, suaminya bernama M Rizal (41).

Setelah divisum, kedua korban meninggal dibawa pulang ke rumah duka, sedangkan Janwar dirawat beberapa jam juga sudah diperbolehkan pulang.

Lokasi kejadian berjarak sekitar 1,5 KM dengan rumah mereka Desa Meunasah Alue, sedangkan lokasi terkena petir di kawasan Desa Meunasah Tunong, Peudada. “Kedua desa bersebelahan dan ketiga mereka masih memiliki hubungan keluarga,” kata Hurriman selaku keuchik setempat.(*)

Prabowo Subianto Datangi Istana Berkemeja Putih, Bakal Jadi Menteri Pertahanan?

KMP Aceh Hebat Bakal Melayari Tiga Pulau di Aceh

Terkait Pemadaman Listrik di Sungai Mas, Ini Penjelasan PLN Meulaboh

Polisi Ciduk Pria Lhokseumawe yang Diduga Telah Lima Kali Pencurian dengan Kekerasan, Ini Rinciannya

Jambore Pramuka Abdya Berakhir, Ini Gudep Tampil Sebagai Juara

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved