Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Aceh Banyak Rakyat Miskin, Jaman Aceh Minta Bantu Menteri BUMN Lakukan Hal Ini

Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Provinsi Aceh, Safaruddin, meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir untuk ...

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
Humas BMU
Ummi Aisyah (38), janda miskin warga Dusun Bahagia Gampong Ulee Jalan Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe bersama anak-anaknya. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir untuk memaksimalkan peran perusahaan milik BUMN di Aceh agar keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh secara luas. Menteri BUMN diminta memaksimalkan keberadaan beberapa BUMN di Aceh agar keberadaan BUMN itu bermamfaat bagi masyarakat. 

Aceh Banyak Rakyat Miskin, Jaman Aceh Minta Bantu Menteri BUMN Lakukan Hal Ini

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Provinsi Aceh, Safaruddin, meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir untuk memaksimalkan peran perusahaan milik BUMN di Aceh agar keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh secara luas. 

“Kami minta agar Menteri BUMN agar memaksimalkan keberadaan beberapa BUMN di Aceh agar manfaat dari adanya BUMN tersebut dapat di rasakan oleh masyarakat luas," kata Safaruddin kepada Serambinews.com  Sabtu (2/11/2019).

Safaruddin menyebutkan, saat ini perusahaan milik negara yang beroperasi di Aceh seperti PT Angkasa Pura, Pelindo, Perta Arun Gas, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Semen Indonesia Aceh, PT Perkebunan Nusantara 1 di Langsa, PLN, Bank BRI, Mandiri, BNI, Telkom, dan Telkomsel.

Perusahaan-perusahaan itu, kata Safaruddin, belum memberi dampak yang siginifikan terhadap masyarakat Aceh dan terkesan berjalan sendiri tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Seperti PT PIM di Krueng Geukuh, Aceh Utara, masyarakat di sekeliling PIM masih banyak yang miskin dan tidak tersentuh pemberdayaan oleh PIM.  Begitu juga dengan Pertamina, di sekeliling tempat usahanya di Aceh masih banyak orang miskin bahkan rumah tidak layak huni," ungkap Safaruddin.

Iwan Bule Ketua PSSI Baru, PSSI Bener Meriah Minta Seleksi Timnas Merata Hingga ke Pelosok Nusantara

Universitas Iskandar Muda Lahirkan 391 Lulusan Magister dan Sarjana

PNA Versi Tiyong Surati Kemenkumham Aceh, Ini Permintaannya

Dia menyatakan sudah menyarankan Gubernur Aceh agar dana CSR dari setiap perusahaan milik pemerintah dikoordinir dengan baik dan dibuat payung regulasi.

"Tapi sampai saat ini tidak ada respon dari Plt Gubernur," katanya lagi.

Saat ini, sambung Safaruddin, banyak BUMN di Aceh yang hanya beroreintasi bisnis saja, tidak melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagaimana tujuan negara saat mendirikan BUMN yaitu mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia. 

"Keterlibatan BUMN secara aktif tentu akan sangat membantu pemerintah Aceh untuk menekan angka kemiskinan, apalagi Aceh menjadi provinsi termiskin di sumatera menurut BPS tahun 2018," tambah Safaruddin.

235 Siswa SMAN Glumpang Tiga Mogok Diduga HP Disita tak Dikembalikan oleh Guru

Safaruddin yang juga Ketua Yayasan Advokasi Aceh (YARA) melanjutkan, keterpurukan ekonomi, lemahnya daya beli, kurangnya lapangan kerja dan tingginya angka kemiskinan merupakan bagian dari kegagalan pemerindah daerah di Aceh dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu pentingnya Menteri BUMN menaruh perhatian khusus untuk Aceh. “Perlu keterlibatan BUMN yang ada di Aceh guna membantu pemerintah provinsi Aceh agar dapat mewujudkan kesejahteraan sosial bagi masyarakat Aceh," ulasnya.

Disisi lain, Jaman juga menyarankan kepada Pemerintah Aceh agar banyak berkomunikasi dengan pemerintah pusat, khususnya dengan kementerian agar program dari kementerian juga bisa mengakomodir program Pemerintah Aceh yang tidak tertampung dalam APBA.(*)

Terkendala Biaya, Aceh Singkil belum Tetapkan Upah Minimum Kabupaten

Rusia Ragukan Klaim AS soal Tewasnya Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Kasus Narkoba di Agara Marak, Tahanan Narkoba Over Kapasitas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved