APBA 2019

Anggota DPRA Pertanyakan Realisasi APBA-P 2019, Sorot Anggaran 200 Miliar di Dinas Pendidikan Aceh

Dia mengatakan, sekitar Rp 200 miliar lebih anggaran pengadaan barang dan jasa terkhusus untuk kebutuhan SMU dan SMK se-Aceh.

Anggota DPRA Pertanyakan Realisasi APBA-P 2019, Sorot Anggaran 200 Miliar di Dinas Pendidikan Aceh
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Anggota DPRA Asrizal H Asnawi menyoroti realisasi anggaran pendidikan Aceh. 

Dia mengatakan, sekitar Rp 200 miliar lebih anggaran pengadaan barang dan jasa terkhusus untuk kebutuhan SMU dan SMK se-Aceh.

BANDA ACEH – Anggota DPRA dari Fraksi PAN, Asrizal H Asnawi, mempertanyakan realisasi atau eksekusi Anggaran Pendapatan Belanja Aceh- Perubahan (APBA-P) 2019.

Menurutnya, sudah satu bulan APBA-P 2019 disepakati dan disahkan bersama bahkan sudah disetujui Kemendagri.

Namun sampai saat ini gambaran tentang kapan pihak dinas akan mengeksekusi, belum ada tanda-tanda.

“Seperti kita ketahui bahwa masa pelaksanaan hanya tinggal beberapa hari saja atau tepatnya hanya 40 hari lagi sampai 15 Desember 2019 mendatang, sebelum dana anggaran untuk kegiatan tersebut ditutup secara sistematis,” kata Asrizal kepada Serambi kemarin.

Dia mengatakan, sekitar Rp 200 miliar lebih anggaran pengadaan barang dan jasa terkhusus untuk kebutuhan SMU dan SMK se-Aceh.

“Kapan kita mulai proses lelang ini dan kapan pula barang-barang tersebut dibagikan ke sekolah-sekolah di seluruh Aceh agar dapat difungsionalkan. Ini masalah seriu,” katanya.

Ini Susunan Lima Fraksi DPRK Langsa, Berikut Nama-namanya

Mursyidah Divonis Percobaan, H Uma: Ini Keberhasilan Bersama

Novel Baswedan Dituding Rekayasa Kasusnya, Moeldoko Ungkap Mengapa Pelaku Belum Tertangkap

Tersiar kabar menurut Asrizal, bahwa seluruh kabid- kabid di dinas tersebut telah dicabut statusnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) oleh kepala dinas, dan langsung dikendalikan oleh kepala dinas.

“Namun sampai saat ini kepala dinas yang berstatus Pengguna Anggaran (PA) yang juga bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak juga mengeksekusi program dan kegiatan kegiatan tersebut,” katanya.

Asrizal sangat menyayangkan jika hal ini terjadi, artinya sama saja seperti menyajikan “pepesan kosong” untuk kebutuhan Pendidikan Aceh.

Menurutnya, ketidakmampuan jajaran Dinas Pendidikan mengurus hal ihwal kebutuhan pendidikan di Aceh akan berdampak buruk pada prestasi generasi Aceh.

“Saya berharap Plt Gubernur Aceh Pak Nova, bisa memberi peringatan dengan cara menegur bawahannya karena lambannya proses pelaksanaan kegiatan kegiatan yang jumlah serta itemnya tidak sedikit dan sangat beragam. Saya mempertanyakan Pemerintah Aceh, kita serius nggak sebenarnya mengurus kebutuhan rakyat Aceh,” imbuh Asrizal.

Aceh Penguasa Sumatera, Cetak Hetrik Emas Sepakbola Porwil  

Ungkapan Hati Mursyidah Usai Divonis: Saya tidak Jadi Dipenjara karena Dukungan Semua Pihak

Asrizal meminta pihak inspektorat Aceh untuk masuk, melihat dan memperbaiki bila ada hal hal tidak baik sedang terjadi serta meminta pihak Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (TP2K) APBA untuk mengevaluasi prestasi kerja seluruh kegiatan Aceh terlebih di Dinas Pendidikan Aceh.

“Pak Kepala Dinas Pendidikan, kalau merasa jajaran di bawah Bapak tidak bisa berkerja sama dengan Bapak, ada baiknya diusulkan saja pergantian kepada Pak Plt Gubernur, begitu juga bila Pak Gubernur merasa Kepala Dinas Pendidikan Aceh tidak mampu berkerja, evaluasi saja keberadaannya dan berikan kepada yang lebih mampu,” pungkasnya. (dan)

Denis Membunuh Karena Utang, Kasus Anak Bacok Ayah Kandung

Prabowo Jadi Menteri Jokowi, Begini Reaksi Ahmad Dhani Saat Mengetahuinya

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved