Berita Pidie

SD Negeri 1 Padang Tiji, Pidie Pilot Project Progas Mandiri, Murid Diberi Makanan Sehat

“Memberikan makanan untuk murid dengan biaya sekolah sendiri dari hasil patungan dihimpun bersama,” ujar Ridwandi.

SD Negeri 1 Padang Tiji, Pidie Pilot Project Progas Mandiri, Murid Diberi Makanan Sehat
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Sekretaris Dinas Pendidikan Pidie, Drs Ridwandi berbicara di hadapan Murid SD Negeri Padang Tiji, Pidie pada saat pemberian makanan sehat dan bergizi atau Program Gizi Anak Sekolah (Progas) mandiri di sekolah itu, Kamis (7/11/2019). 

“Memberikan makanan untuk murid dengan biaya sekolah sendiri dari hasil patungan dihimpun bersama,” ujar Ridwandi.

 Laporan Nur Nihayati  | Pidie 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- SD Negeri 1 Padang Tiji, Pidie sebagai satu satunya sekolah pilot project pemberian makanan gizi anak sekolah (Progas) mandiri, Kamis (7/11/2019).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pidie, Drs Ridwandi dalam sambutannya mengapresiasikan sekolah itu bisa melakukan hal itu.

“Memberikan makanan untuk murid dengan biaya sekolah sendiri dari hasil patungan dihimpun bersama,” ujar Ridwandi.

Dia mengatakan, sebetulnya di Pidie dari 278 SD ada sebanyak 33 SD mendapat suntikan dana untuk melakukan Progas.

Puskesmas Tak Boleh Tolak Pasien, Penegasan Wabup Abdya Saat Sidak

Ombudsman Akan Investigasi, Ke Pangkalan Elpiji 3 Kg di Lhokseumawe

5 Kg Narkoba Dimusnahkan di Kacabjari Kotabakti Pidie, 19 Ponsel Dihancurkan

Progas maksudnya memberikan makanan sehat untuk murid.

Dari 33 sekolah itu tidak termasuk SD Negeri 1 Padang Tiji.

“Nah jika sekarang sekolah sd Negeri 1 Padang Tiji berinisiatif melakukan sendiri sebuah apresiasi dan patut diberikan jempol,” puji Ridwandi.

Kepala SD Negeri 1 Padang Tiji, Hj Julita SPd MPd kepada Serambinews.com mengatakan, pemberian makanan untuk murid ini dilakukan tiap seminggu sekali.

“Kami himpun dana secara sukarela tiap Jumat,lalu ditambah dari kepala sekolah, guru dan murid-murid. Kami perlu biaya Rp 350.000 untuk 266 murid per kali makan,” jelas Julita.

Menu diberikan diatur sesuai anggaran. “Bisa nasi kuning, plus tempe, telur, ayam goring. Bisa bubur, pisang rebus, nasi dan lauk. Tergantung jumlah dana terkumpul,” katanya.

Biasanya anggaran dibutuhkan sebesar Rp 350.000 per minggu.

Makanan ini disajikan dimasak sendiri oleh para guru yang kebetulan sedang tidak mengajar karena jam pelajaran olah raga. 

Di samping itu, sekolah juga memiliki kebun ditanami sayur-sayuran, pisang dan lainnya.”Hasil kebun ini juga bisa membantu menambah makanan untuk murid,” pungkas Hj Julita yang sudah delapan tahun memimpin sekolah itu. (*)

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Nur Nihayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved