Jurnalisme Warga
Keubeu Weng, Teknologi Tradisional Pengolah Air Tebu
Diakui atau tidak, Pidie yang sebelum era kemerdekaan bernama Poli atau Pedir memiliki beragam kebudayaan yang unik
Namun, di balik realitas itu, sebagai orang Aceh, khususnya yang lahir dan bermastautin di Pidie, harus bangga bila di daerah kita terdapat banyak teknologi penunjang aktivitas keseharian masyarakat, meskipun bersifat tradisional, seperti halnya keubeu weng. Kenapa? Karena ini menunjukkan Aceh bukanlah bangsa yang bodoh, melainkan bangsa yang kreatif dan inovatif.
Ini menjadi bukti bahwa kejayaan yang pernah menghampiri Aceh dulu salah satunya dilatarbelakangi oleh kreativitas masyarakatnya dalam merancang sebuah teknologi sesuai dengan versi masa itu pula. Oleh karenanya, meskipun teknologi canggih sudah hadir menghiasi kehidupan kita di berbagai sisi, yang menawarkan konsep instan dan efisiensi waktu, teknologi tradisional ini tetap tak boleh dilupakan. Kita harus menjaga warisan budaya ini menjadi suatu identitas kultural yang khas.
Bila perlu, pemerintah harus mengambil bagian dalam melestarikannya, semisal dengan cara memamerkannya pada acara-acara bertemakan kebudayaan, membantu proses penjualan produk olahan dari manisan, atau sebagainya. Melalui cara ini eksistensi keubeu weng bakal terjaga dengan baik, serta (kita harapkan) muncul pula semangat dari generasi selanjutnya untuk memanfaatkan teknologi yang sederhana ini, yakni keubeu weng. Nyan ban!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/muhammad-syawal-djamil-pengajar-di-sekolah-sukma-bangsa-pidie.jpg)