Berita Aceh Timur
Kapolres Aceh Timur Pimpin Nekropsi Bangkai Gajah Mati di Gampong Seumanah Jaya
Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, memimpin proses pemeriksaan penyebab kematian (Nekropsi) bangkai gajah betina yang ditemukan mati...
Penulis: Seni Hendri | Editor: Jalimin
Kapolres Aceh Timur Pimpin Nekropsi Bangkai Gajah Mati di Seumanah Jaya
Laporan Seni Hendri l Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, memimpin proses pemeriksaan penyebab kematian (Nekropsi) bangkai gajah betina yang ditemukan mati di areal perkebunan sawit PT Atakana di Gampong Seumanah Jaya Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, Kamis (21/11/2019).
Turut mendampingi, Kapolres Aceh Timur, yaitu tim dokter BKSDA, Kepala Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar Cecep, Kepala Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi Aceh Timur Fazri, Staff Forum Komunikasi Leuser (FKL) Edi, Staf Wildlife Conservation Society (WCS) Langsa, Diro, Keuchik Seumanah Jaya Jasman, serta Anggota Koramil 14/Ranto Peureulak Sertu Enang Sutarman.
Setiba di lokasi gajah mati, tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Aceh Timur terlebih dahulu memasang garis polisi di sekitar lokasi gajah mati ini.
• Berikut Sejumlah Rudal yang Dimiliki Iran, Disebut Tak Tertandingi dan Jangkauannya Sampai ke Israel
• Empat Hari Jelang Berakhirnya Pendaftaran CPNS, Dua Formasi di Lhokseumawe Belum Ada Pendaftar
• Pembangunan Jembatan Manyakpayed menjadi Temuan Inspektorat
Kemudian Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Aris Purwoko SIK, bersama anggotanya melakukan penyisiran untuk mengetahui apakah ada benda-benda yang mencurigakan.
Selanjutnya, Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur Brigadir Mirza Alvaro bersama Tim Dokter dari BKSDA Aceh yang diketuai drh Rosa melakukan nekropsi (pemeriksaan kematian) terhadap bangkai gajah yang diperkirakan telah mati sekitar lima hari yang lalu.
"Nekropsi ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah yang mati dengan melakukan pembedahan untuk mengambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dan kotoran gajah yang mati tersebut," jelas Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro.
• Abdullah Puteh Harap Pemerintah Aceh Transparan soal Anggaran, Rakyat Berhak Kritisi Jika tak Tepat
Sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium di Medan guna diteliti apa penyebab kematian gajah tersebut.
Untuk hasil lab itu sendiri, sekitar satu bulan ke depan baru bisa diketahui secara pasti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi ini.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membunuh atau meracuni satwa dilindungi tersebut, selain melanggar hukum juga akan merusak habitat alam," imbau Kapolres Aceh Timur.
Sebelumnya diberitakan, Satu ekor gajah betina berusia sekitar 25 tahun ditemukan mati di areal perkebunan sawit PT Atakana di Gampong Seumanah Jaya Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur.
• Nyaris Seratus Berkas Pelamar CPNS di Lhokseumawe Dinyatakan tak Memenuhi Syarat, Ini Penyebabnya
Informasi yang diperoleh Serambinews.com, gajah mati yang sudah mulai membusuk itu ditemukan pertama kali oleh Kepala Produksi PT Atakana, Zulfikar, Rabu (20/11/2019) siang pukul 12:30 WIB.
Kemudian, Zulfikar melaporkan temuan gajah mati itu kepada tim BKSDA Aceh yang sedang berada di lokasi perkebunan sawit itu untuk melakukan penggiringan gajah liar yang merusak tanaman petani. Karena, perusahaan perkebunan sawit ini berbatasan dengan kawasan perkebunan petani di gampong itu.
Kemudian tim BKSDA Aceh, langsung meninjau lokasi gajah mati, dan melaporkan temuan itu kepada Polsek Ranto Peureulak, dan BKSDA Aceh.(*)
• Pendaftar CPNS di Pidie Membludak, Satu Formasi Kosong Pelamar
• Oknum Kepsek dan Wakilnya yang Ditangkap dalam Satu Kamar Hotel di Banda Aceh ke Jaksa
• Sentil Pembelian Mobil Dinas Rp 100 M, Ombudsman Aceh Pamer Rumah Janda Konflik yang Memilukan