Berita Banda Aceh

Kasus HIV/AIDS Hampir Seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, Ini Lima Kabupaten dengan Kasus Tertinggi

Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, kini penderitanya tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan data yang tercatat ...

Kasus HIV/AIDS Hampir Seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, Ini Lima Kabupaten dengan Kasus Tertinggi
STOP HIV AIDS 

Kasus HIV/AIDS Tersebar Hampir Seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, Ini Lima Kabupaten dengan Jumlah Kasus Tertinggi

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus HIV/AIDS seperti fenomena gunung es, kini penderitanya tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mulai 2004 hingga Oktober 2019, ada sebanyak 924 kasus HIV/AIDS ditemukan seluruh Aceh, 347 diantaranya meninggal dunia, dan sisanya ada 577 kasus.

HIV adalah kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus, merupakan virus yang bisa menyebabkan sebuah kondisi yang disebut AIDS. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa membuat ia mengalami AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome). AIDS terjadi ketika HIV menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh.

"Kasus ini tersebar hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh," kata Kasi Penyakit Menular Dinkes Aceh, dr Iman Murahman saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Selasa (3/12/2019) pagi, membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul 'Menjauhlah dari Prilaku yang Berpotensi HIV'.

Hadir sebagai narasumber internal dalam talkshow bertajuk Cakrawala itu adalah Editor Serambi Indonesia sekaligus Manager Produksi Harian Prohaba, Nasir Nurdin yang dipandu Host, Eka Nataya.

Bayar Denda Tilang Kini Bisa di Mal Pasar Aceh

Sarmila, Guru Matematika, Penerima Beasiswa Berprestasi Dirjen Dikti, dengan Segudang Prestasi

Dianggap Menghina Nabi Muhammad, FPI Laporkan Gus Muwafiq ke Bareskrim

dr Iman menyebutkan, dari hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh itu, ada lima kabupaten/kota yang memiliki jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi,  masing-masing Aceh Utara sebanyak 115 kasus, Banda Aceh 95 kasus, Aceh Tamiang 87 kasus, Bireuen 82 kasus, dan Kota Langsa 70 kasus.

"Itu yang termasuk dalam lima besar kabupaten/kota di Aceh dengan kasus HIV/AIDS," sebutnya.

Ia menjelaskan HIV yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang dapat menyebabkan kerusakan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh tidak dapat bekerja efektif.

Sistem kekebalan tubuh itu bisa berperan untuk menghalau virus yang akan menyerang tubuh. Namun justru virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh.

Sementara AIDS singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, jika HIV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi maka AIDS adalah suatu kondisi penyakitnya, yang terjadi akibat penurunan daya tahan tubuh sehingga banyak penyakit yang masuk.

Cristiano Ronaldo Dirampok, Real Madrid Tak Ingin Dia Menang Ballon dOr Lagi

"Karena terjadi pelemahan daya tahan tubuh, dan virus tadi menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga kita lebih mudah terkena penyakit," ujarnya.

Sedangkan untuk kasus HIV/AIDS ini sendiri, dikatakan dr Iman, kasus terbanyak itu  dari heteroseksual yaitu laki-laki dan wanita yang kemudian berhubungan seksual dan terkena HIV. Sementara penderita HIV/AIDS di Aceh hampir 25 persen adalah ibu rumah tangga yang terinfeksi dari suaminya.

"Sementara suaminya mendapatkan itu dari berbagai tempat. Apabila tempat prostitusinya tidak ada di Aceh, maka ia akan mencari di luar. Kita juga harus tahu prostitusi itu bukan hanya yang langsung mendatangi tempatnya, tapi sekarang sudah banyak prostitusi yang tidak langsung bisa melalui WhatsApp, Facebook, atau media sosial lainnya," terangnya.

Ledakan di Monas Lukai 2 Anggota TNI, Ini 5 Faktanya: Berasal dari Granat Asap hingga Wujud Granat

Disamping itu, dr Iman juga menyampaikan dari mulanya terkena HIV lalu kemudian terkena AIDS itu bisa berlangsung 15 sampai 20 tahun tergantung dari kondisi daya tahan tubuh masing-masing penderita.

Ada yang setelah ia mengetahui terkena HIV, maka ia akan terus menjaga tubuhnya dengan selalu memakai masker, tidak melakukan lagi hubungan seks yang tidak aman.

Stigma selama ini yang berkembang di masyarakat, HIV/AIDS itu adalah penyakit untuk orang jahat. "Dari yang saya sampaikan tadi, 25 persen yang terkena kasus ini adalah ibu rumah tangga. Apakah ibu rumah tangga ini semua orang jahat? Dia tidak tahu apa-apa, suaminya pulang melakukan hubungan seks lalu ia terkena. Maka sangat disayangkan sekali," pungkas dr Iman.(*)

Lahirkan Bayi Cacat, Ibu Muda Ini Malah Dicerai Suami, Hidup Menderita di Rumah Petak 2x6 Meter

Luka Modric Sindir Cristiano Ronaldo karena tak Hadiri Acara Ballon dOr

Aceh Selatan Berduka, Jenazah Bupati Azwir Dimakamkan di Gampong Hilir  

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved