Breaking News:

Citizen Reporter

Desa Bali di Hainan China, Bukti Soekarno Pernah Eksekusi Usaha Tionghoa

Desa Bali menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi oleh wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Hainan China.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Penulis, Muhammad Daud di gerbang Desa Bali di Hainan China, 13 Desember 2019. 

Muhammad Daud, Sekjen Partai SIRA melaporkan dari Hainan China

SERAMBINEWS.COM - Desa Bali merupakan desa komunitas Tionghoa asal Indonesia yang dipaksa pulang ke negeri asalnya Tiongkok oleh pemerintah Indonesia sekitar tahun 1960-an.

Peristiwa ini terjadi setelah Pemerintah Indonesia masa Presiden Soekarno mengeluarkan PP Nomor 10 tahun 1959 yang berisi larangan untuk orang asing berusaha di bidang perdagangan eceran di tingkat kabupaten ke bawah.

Meraka diwajibkan mengalihkan usaha kepada warga negara Indonesia.

Mereka juga diharuskan menutup perdagangannya sampai batas 1 Januari 1960.

PP No.10 ini dimaksudkan untuk menyehatkan perekonomian nasional.

Desa Bali di Hainan China. Foto direkam 13 Desember 2019.
Desa Bali di Hainan China. Foto direkam 13 Desember 2019. (DOK. MUHAMMAD DAUD)

Karena waktu itu hampir semua perdagangan di Indonesia dikuasai China, namun menimbulkan ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.

Dalam pertemuan antara Menteri Luar Negeri Subandrio dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia (Huang Chen) di Jakarta, pemerintah Peking mendesak peninjauan kembali PP No. 10, namun permintaan itu ditolak pemerintah Indonesia.

Sempat Viral di Medsos, Haji Uma Bantu Biaya Hidup Balita Bocor Jantung Asal Aceh Selatan

Sambil Terisak, Keuchik Gampong Limpok Ungkap Sosok Prof Muslim Ibrahim

Ziarah ke Makam Habib Bugak Pewaqaf Baitul Asyi di Mekkah, Akses Jalan Sempit dan Berlumpur

Kembalinya warga Tionghoa dari Indonesia dalam jumlah ribuan orang telah memaksa pemerintah Tiongkok kuras pikiran.

Pemerintah Tiongkok kemudian menempatkan mereka ke Pulau Hainan, sebuah pulau paling ujung negara China yang berbatasan dengan Vietnam.

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved