Kupi Beungoh
Turki Harus Mengirim Pasukan ke Libya
Pasukan Haftar yang berbasis di Libya Timur mengobarkan perang terhadap Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA) yang diakui dunia internasional.
Oleh Aqib Farooq Mir*)
Pemberontakan didukung NATO yang berujung pada penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi tahun 2011 lalu, telah membuat negara itu terseret dalam perang bersaudara yang nyaris tak berujung.
Keadaan semakin parah dengan kemunculan pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah komando Jenderal Khalifa Haftar.
Pasukan Haftar yang berbasis di Libya Timur mengobarkan perang terhadap Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA) yang diakui dunia internasional.
Penelusuran penulis, Haftar adalah panglima perang berbasis Libya yang didukung oleh Isreal, Arab Saudi, Mesir, Prancis, UEA, dan Rusia.
Haftar telah mencoba mengendalikan Tripoli sejak kematian pemimpin Libya Muammar Gaddafi.
• Pertempuran di Libya Sudah Tewaskan 21 Orang, AS Desak Pasukan Haftar Hentikan Serangan
• Turki Siap Kerahkan Pasukan ke Libya, Erdogan: Jika Ada Undangan dari Rakyat dan Pemerintah
Militan yang setia kepada Haftar telah menyebabkan berbagai pilihan di negara itu untuk menggulingkan pemerintah yang sah yang diakui oleh masyarakat internasional.
Rusia telah mengirim ratusan tentara bayaran untuk menggulingkan pemerintah yang didukung PBB.
Tentara bayaran Rusia yang dilengkapi dengan senapan sniper dan didukung oleh ratusan drone dan jet tempur Rusia, dapat membantu Haftar untuk menggulingkan Libya yang sah.
Jelas bahwa intervensi Turki penting di Libya, untuk menyelamatkan pemerintah yang sah dari tentara bayaran Rusia dan Afrika.
Turki dan Libya telah membuat nota kesepahaman yang menguraikan batas-batas laut.
Di sisi lain, Yunani telah mengusir duta besar Libya, meskipun hubungan diplomatik belum putus.
• Rudal AS dan Peluru Artileri China Ditemukan di Libya, Digunakan Tentara yang Ingin Rebut Tripoli
• Khadafi Tewas, Revolusi di Libya Belum Berakhir
• Mantan Menteri Libya Ditemukan Mengambang di Sungai
Tidak dapat disangkal bahwa Yunani akan secara terbuka mendukung Haftar.
Turki telah mengambil langkah monumental di timur tengah untuk membentuk kebijakan luar negerinya.
Sudah saatnya bagi Turki untuk mengirim pasukan di Libya untuk mencegah maju tentara bayaran.
Turki perlu meyakinkan Amerika bahwa kepentingan mereka sedang diserang di Libya.
Jika Amerika tidak membantu pemerintah Libya saat ini, itu akan menjadi kemunduran besar bagi kebijakan luar negeri Amerika.
*) PENULIS Aqib Farooq Mir adalah diaspora Khasmir yang diduduki India, saat ini menetap di Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peta-turki-dan-libya.jpg)