Kupi Beungoh

Turki Harus Mengirim Pasukan ke Libya

Pasukan Haftar yang berbasis di Libya Timur mengobarkan perang terhadap Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA) yang diakui dunia internasional.

Turki Harus Mengirim Pasukan ke Libya
Kolase Serambinews.com/Google.com
Turki dan Libya dalam peta 

Oleh Aqib Farooq Mir*)

Aqib Farooq Mir adalah pemerhati sejarah Aceh asal Khasmir yang diduduki India
Aqib Farooq Mir adalah pemerhati sejarah Aceh asal Khasmir yang diduduki India (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Pemberontakan didukung NATO yang berujung pada penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi tahun 2011 lalu, telah membuat negara itu terseret dalam perang bersaudara yang nyaris tak berujung.

Keadaan semakin parah dengan kemunculan pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) di bawah komando Jenderal Khalifa Haftar.

Pasukan Haftar yang berbasis di Libya Timur mengobarkan perang terhadap Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA) yang diakui dunia internasional.

Penelusuran penulis, Haftar adalah panglima perang berbasis Libya yang didukung oleh Isreal, Arab Saudi, Mesir, Prancis, UEA, dan Rusia.

Haftar telah mencoba mengendalikan Tripoli sejak kematian pemimpin Libya Muammar Gaddafi.

Pertempuran di Libya Sudah Tewaskan 21 Orang, AS Desak Pasukan Haftar Hentikan Serangan

Turki Siap Kerahkan Pasukan ke Libya, Erdogan: Jika Ada Undangan dari Rakyat dan Pemerintah

Militan yang setia kepada Haftar telah menyebabkan berbagai pilihan di negara itu untuk menggulingkan pemerintah yang sah yang diakui oleh masyarakat internasional.

Rusia telah mengirim ratusan tentara bayaran untuk menggulingkan pemerintah yang didukung PBB.

Tentara bayaran Rusia yang dilengkapi dengan senapan sniper dan didukung oleh ratusan drone dan jet tempur Rusia, dapat membantu Haftar untuk menggulingkan Libya yang sah.

Jelas bahwa intervensi Turki penting di Libya, untuk menyelamatkan pemerintah yang sah dari tentara bayaran Rusia dan Afrika.

Turki dan Libya telah membuat nota kesepahaman yang menguraikan batas-batas laut.

Halaman
12
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved