Berita Bireuen

Cut Sahra, Sudah Menjadi MC Sejak Masih Sekolah

Menjadi seorang Master Ceremony (MC) itu harus memiliki ilmu dan keberanian atau percaya diri, agar suasana menjadi hidup saat membawa sebuah..

Cut Sahra, Sudah Menjadi MC Sejak Masih Sekolah
SERAMBINEWS.COM/FERIZAL HASAN
Cut Sahra, Sudah Menjadi MC Sejak Masih Sekolah.  

Cut Sahra, Sudah Menjadi MC Sejak Masih Sekolah

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Menjadi seorang Master Ceremony (MC) itu harus memiliki ilmu dan keberanian atau percaya diri, agar suasana menjadi hidup saat membawa sebuah acara.

Begitulah antara lain dikatakan oleh Cut Sahra. Perempuan kelahiran Cot Baroh Kutablang Bireuen, 14 Desember 1994 ini, mengaku sudah menjadi MC sejak masih sekolah.

Alumni SMAN 2 Peusangan Bireuen dan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadyah Lhokseumawe 2017 ini, mengaku bangga menjadi seorang MC.

"Alhamdulillah menjadi MC itu sangat menyenangkan, selain banyak teman, kenalan dan juga banyak ilmu serta pengalaman," ujar Cut Sahra kepada Serambinews.com, Sabtu (11/1/2020).

Dikatakan Cut sapaan akrabnya, dirinya juga pernah menjadi MC pada kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) atau pemilihan bupati dan wakil bupati serta pemilihan anggota legeslatif (pileg) di Bireuen.

Bahas Bendera Bulan Bintang, Eks Petinggi GAM Bertemu Pengamat Intelijen di Istana Wali Nanggroe

Kebakaran Hebat, Umat Muslim Australia Shalat Meminta Hujan, Keajaiban Hujan Datang Setelahnya

Masih Ada Sekitar 1.000 Pelamar CPNS Bireuen Belum Sahkan Kartu Ujian, Ini Harapan BKPSDM

Buah hati pasangan Teuku Ali Murtala dan ibu Hasanah yang menetap di Desa Tingkeum Manyang, Kutablang, Bireuen, sejak Tahun 2017 hingga kini telah lulus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Hukum dan HAM.

Cut kini tercatat dan aktif sebagai ASN di bidang kepegawaian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 Bireuen.

Meskipun sudah berstatus ASN, Cut mengaku juga masih cukup aktif sebagai MC.

"Hingga sekarang saya masih aktif sebagai MC," ujar Cut saat ditemui Serambinews.com, usai menjadi MC pada acara serah terima jabatan (Sertijab) Kalapas Kelas 2 Bireuen, Sabtu (11/1/2020).

Ditambahkan Cut, selama menjadi ASN di Lapas Bireuen, banyak hal dan pengalaman yang diperoleh dirinya.

Katanya, selama ini yang kita tahu di Lapas itu adalah tempatnya orang-orang jahat, tapi sebenarnya tidak.

"Mereka yang di Lapas adalah saudara kita semua, satu keluarga sama seperti kehidupan masyarakat diluar Lapas, hanya saja di Lapas banyak aturan yang harus kita jalankan," pungkas Cut Sahra.(*)

Pusat Studi Falak Adakan Pelatihan Teleskop Bagi Santri RIAB, Untuk Observasi Gerhana Bulan Parsial

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Danau ITB, Ternyata Karena Kecanduan Game Online, Ini Kronologinya

Wali Kota Banda Aceh Buka Perlombaan Kompetisi Siswa Tingkat Nasional

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved