Mahasiswa Berprestasi

Raih Summa Cumlaude, Putra Langsa Kukuhkan Gelar Doktor di Universitas Al-Azhar Mesir

Ia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan empat orang guru besar dalam sidang terbuka pada Rabu (15/1/2019) waktu Mesir.

Raih Summa Cumlaude, Putra Langsa Kukuhkan Gelar Doktor di Universitas Al-Azhar Mesir
For Serambinews.com
Awwaluzzikri dalam sidang disertasinya di kampus Al-Azhar, Kairo, Mesir, Rabu (15/1/2019) waktu Mesir. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Putra terbaik Langsa, Awwaluzzikri, meraih gelar Doktor Universitas Al-Azhar dengan nilai tertinggi, summa cum laude.

Ia berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan empat orang guru besar dalam sidang terbuka pada Rabu (15/1/2019) waktu Mesir.

Bertempat di Aula fakultas Syariah Islamiyah, Universitas Al-Azhar, sidang desertasi yang berjudul asli “At-Tamyiz Lilharam Almukhtalat wa Ikhrajuhu fi Al-Muamalat Al-Muasharah” atau Metode Pemisahan Harta Haram yang Bercampur dengan Harta Halal dan Mekanisme Pensuciannya dalam Transaksi Keuangan Modern, Kajian Fikih Perbandingan, berjalan lebih dari dua jam.

Sidang dipimpin langsung oleh sang pembimbing, Prof. Dr. Abdul Fattah Abdullah Al-Barsyumi, guru besar Fiqh Perbandingan Mazhab Universitas Al-Azhar.

Selain Prof Abdul Fatyah, hadir juga pembimbing kedua, Prof. Dr. Muhammad Ali Ali Madkur, mendampingi dua orang guru besar lain sebagai penguji: Prof. Dr. Mabruk Abdul Adzim dan Prof. Dr. Abdul Ghani Abdul Fattah Ghunaim.

Bahkan, di tengah-tengah sidang, seorang ulama kharismatik Mesir, Prof. Dr. Fathi Abdurrahman Hijazi juga ikut hadir dalam sidang disertasi.

Awwaluzzikri mendapatkan pujian yang sangat mendalam dari para guru besar yang hadir, bahkan salah seorang penguji mengatakan, desertasinya layak untuk dijadikan sebuah ensiklopedi fiqh kontemporer karena kedetailan penelitiaanya dan banyaknya referensi.

“Disertasi ini istimewa karena detailnya data-data yang dinukilkan baik dari ayat-ayat Al-Quran dan Hadis, atau pendapat-pendapat ulama Fiqh. Ditambah lagi, sang peneliti juga berpegang dengan lebih dari 500 sumber referensi. Jumlah ini sangat cukup untuk dijadikan sebuah ensiklopedi fiqh kontemporer,” ucap salah seorang penguji.

Sidang ditutup dengan pengumuman hasil nilai oleh pembimbing, Prof. Dr. Abdul Fattah setelah hampir tiga jam menggodok disertasi luar biasa ini. Hadirin tampak bertepuk tangan meriah setelah disertasi Awwaluzzikri mendapat nilai tertinggi, summa cum laude.

Halaman
123
Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved