Jurnalisme Warga

Meugroeb, Tarian Perang dari Pidie

INDONESIA merupakan negara yang sangat kaya. Selain kaya akan hasil alam, negara bersemboyan Bhineka Tunggal Ika ini pun kaya akan budaya

Meugroeb, Tarian Perang dari Pidie
IST
IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA N 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis, dan Pegiat Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie melaporkan dari Sigli

OLEH IDA FITRI HANDAYANI, Guru SMA N 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis, dan Pegiat Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie melaporkan dari Sigli

INDONESIA merupakan negara yang sangat kaya. Selain kaya akan hasil alam, negara bersemboyan Bhineka Tunggal Ika ini pun kaya akan budaya. Salah satunya adalah tarian tradisional yang ada di berbagai daerah, dari Sabang hingga Marauke.

Hampir setiap daerah memiliki tarian tradisional yang berbeda-beda. Hal itu di karenakan Indonesia terdiri atas lebih dari seribu suku bangsa yang tersebar di berbagai wilayah, baik wilayah kota maupun pedesaan.

Tarian tradisional merupakan tarian yang berkembang di suatu daerah dan mencerminkan suatu identitas budaya dari masyarakat itu sendiri. Apalagi beberapa tarian tradisional biasanya menceritakan sejarah atau kebiasaan yang berkembang di lingkungan masyarakat sekitar.

Jika Aceh bagian lain terkenal dengan tarian saman, ratoh duek, likok pulo, dan lain-lain, maka Pidie juga memiliki beberapa tarian tradisional, di antaranya tarian meugroeb. Dari namanya terlihat jelas bahwa meugroeb  yang memiliki makna dalam bahasa Indonesia meloncat, lebih didominasi oleh entakan kaki, sehingga tarian meugroeb disebut juga sebagai seni entakan kaki.

Tarian meugroeb  juga bisa dikatakan sebagai salah satu ritual rateb keagamaan yang sudah menjadi budaya dan diekspresikan dalam bentuk seni gerak. Gerak-gerak tersebut diawali dengan posisi duduk dan diakhiri dengan posisi berdiri hingga berputar sambil melompat-lompat diiringi dengan zikir dan syair.

Tarian meugroeb  diperagakan oleh 20 penari dan dua orang syeh (penyair) yang dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok awalnya menceritakan sebuah perlawanan akhirnya berbuah keakraban. Tarian ini dilakukan secara serempak dan kompak, sehingga mengeluarkan suara entakan kaki sebagai irama pengiring.

Dalam gerakan tari meugroeb menggunakan beberapa simbol. Tarian ini memiliki banyak pengulangan dalam setiap gerakan. Dalam tarian meugroeb terdapat ragam gerak, yaitu tienggong (jongkok), sinthop (entak), tiekui (merunduk), chep-chep (entak-entak), grietan apui (kereta api), meugiek-giek (saling berpelukan), moto teng (mobil tank), meuayon (berayun), meulinggong-linggong (meliuk-liuk), dan meugiek sira meuwet (berpelukan sambil berputar).

Bebarapa simbol dalam tarian meugroeb menggunakan garis gerak, garis tengah, kolom-kolom, delapan simbol arah, tiga simbol level, tiga simbol putaran, dua jarum, dan simbol kunci. Hampir semua gerakan tarian meugroeb menggunakan simbol-simbol tersebut. Pada setiap pergantian gerakan, para penari meugroeb melakukan gerakan chep-chep (entak-entak) terlebih dahulu, kemudian baru melakukan gerakan selanjutnya hingga tarian selesai.

Sejarahnya

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved