Berita Pidie

Gelar Aksi di Bundaran MTQ Sigli, Ormas Pidie Tolak Keras Perjanjian Donald Trump

Ormas dari ForPidie, AMMP dan KNPI Pidie bersama relawan pemuda peduli Palestina Kota Beureunpen serta MRI ACT Sigli menggelar aksi damai di Bundara.

Gelar Aksi di Bundaran MTQ Sigli, Ormas Pidie Tolak Keras Perjanjian Donald Trump
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Warga berorasi di Bundaran MTQ Simpang Lampu Merah Sigli, Pidie, Kamis (6/2/2020).  

Gelar Aksi di Bundaran MTQ Sigli, Ormas Pidie Tolak Keras Perjanjian Donald Trump

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM SIGLI -  Ormas dari ForPidie, AMMP dan KNPI Pidie bersama relawan pemuda peduli Palestina Kota Beureunpen serta MRI ACT Sigli menggelar aksi damai di Bundaran MTQ Sigli, Kamis (6/2/2020).

Aksi damai itu menolak keras perjanjian perdamaian yang ditawarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat kawalan ketat Polres Pidie. 

Polisi mengatur lalulintas sehingga tidak terjadi kemacetan.

Ketua Koordinator Relawan Pemuda Peduli Palestina Kota Beureunuen, Ibnu Khaldun, kepada Serambinews.com, Kamis (6/2/2020) mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap rakyat Palestina

Menunurutnya, Israel dan Amerika Serikat membuat perjanjian yang merugikan Palestina. 

DPRK Banda Aceh Minta Anggota Baitul Mal yang Baru Gali Potensi Zakat

Ujian CPNS di Lhokseumawe Tuntas, Ini Jumlah Peserta yang Penuhi Passing Grade

" Kita prihatin dengan situasi di Palestina sehingga kami turun ke jalan untuk menolak keras perjanjian perdamaian dibuat Donald Trump," tegasnya.

Ia menyebutkan, dari lima poin ditawarkan Trump, semuanya sangat menguntungkan zionis Israel. Sementara rakyat Palestina merugikan. 

"Kami menginginkan rakyat Palestina merdeka seutuhnya tanpa campur tangan dan aturan yang dibuat Amerika Serikat," ujarnya.

Ia mengatakan, lima poin perjanjian dibuat Donald Trunp. Yakni, Al-Quds menjadi ibukota Israel. 

Lalu, perbatasan akan di kontrol penuh tentara Israel, pengungsi Palestina tidak boleh memasuki wilayah tertentu, tanah yang telah diduduki Israel tidak boleh di ambil kembal dan Palestina tidak boleh punya tentara.

" Kami berrrimakasi kepada polisi," kata Ibnu Khaldun.(*)

Ujian CPNS di Lhokseumawe Tuntas, Ini Jumlah Peserta yang Penuhi Passing Grade

Melalui HUT Ke-12, Gerindra Hadir Beri Solusi Persoalan Pembangunan

Dubes Prancis Perkenalkan Universitas Terbaik di Paris, Kunjungi UTU Meulaboh, Ini Kata Dr Stephane

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved