Breaking News:

Citizen Reporter

Pertautan Penting antara Hadramaut Yaman dan Aceh

Kota-kota itu dikelilingi gurun pasir, tetapi di sana terdapat sebuah keberkahan ilmu agama yang luar biasa.

Editor: Mursal Ismail
For serambinews.com
SAYID MAHMUDDIN ASSEQAF 

Dalam kitabnya berjudul Jawahir al-‘Ulum fi Kasyf al-Ma’lum, Syekh Nuruddin Ar-Raniry menjelaskan bahwa beliau berguru kepada tokoh Ba’alawi di India yang bernama Sayid Syarif Umar bin Abdullah Basayban (w. 1066 H). 

Sanad keilmuan Syeikh Nuruddin Ar-Raniry bersambung sampai kepada Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba’alawi. 

Beliau merupakan penggagas Tarekat Alawiyah.

Seorang intelektual yang memiliki tulisan lebih dari 30 judul kitab dan pernah menjadi tokoh penting di Kerajaan Aceh Darussalam.

Peringati Maulid, Bupati Sarkawi Santuni 76 Anak Yatim dan Piatu

Tentunya jaringan intelektual Tarekat Aydrussiyah melalui sanad Syeikh Nuruddin Ar-raniry menjadi salah satu yang memperkuat jaringan intelektual antara Aceh dan Hadramaut.

Searah dengan makam Habib Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus terdapat makam tokoh sufi yang bernama Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadad (w.1132 H). 

Dalam kitabnya Tatsbitul Fuad menceritakan tentang seorang dari Aceh mengirimkan sebuah hadiah kepada beliau, tetapi tidak menyebutkan nama si pengirim hadiah atau pun bagaimana keterkatikan antara pengirim dengan beliau.

Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadad hanya menyebutkan bahwa tokoh tersebut berasal dari Aceh dan sangat muhibbin kepada beliau.

Adakah kemungkinan bahwa habib memiliki murid yang langsung belajar kepada beliau yang berasal dari Aceh?

Sejauh ini belum ditemukan tokoh Aceh yang langsung belajar kepada Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadad.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved