Selasa, 7 April 2026

Bank Indonesia Dukung Industrialisasi Nilam Aceh

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis mengatakan, Bank Indonesia mendukung pengembangan industrialisasi...

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis (nomor 4 dari kanan) sedang berbincang dengan perwakilan Natgreen, perusahaan asal Prancis, sesuai penandatangan MoU tentang nilam di Kampus Unsyiah, 2 Februari 2020. 

Bank Indonesia Dukung Industrialisasi Nilam Aceh

 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis mengatakan, Bank Indonesia mendukung pengembangan industrialisasi nilam Aceh dari hulu hingga ke hilir supaya menjadi andalan baru komoditas ekspor nasional dari Aceh.

"Ke depan, pengelolaan bisnis nilam perlu dibenahi agar terdapat mata rantai usaha yang terintegrasi dari hulu ke hilir, sehingga  petani nilam memperoleh pendapatan yang lebih baik, dan secara keseluruhan dapat menghasilkan nilai tambah, serta benefit yang lebih besar bagi perekonomian Aceh," kata Zainal Arifin Lubis saat ditanyai Serambinews.com di Banda Aceh, Selasa (11/2/2020) pagi tentang prospek industri nilam di Aceh dan apa kontribusi Bank Indonesia (BI) di dalamnya.

Dengan adanya dukungan BI selaku bank sentral dan pemerintah dalam membangun industrialisasi nilam di Aceh, maka bisnis nilam di daerah diperkirakan Arifin semakin menggeliat.

Petani nilam ia harapkan tidak lagi dalam posisi yang lemah karena selama ini harga ditentukan oleh para pengumpul dan atau trader yang umumnya dari luar Aceh. 

“Kontribusi bisnis nilam yang selama ini masih sangat kecil terhadap perekonomian daerah diharapkan semakin besar karena nilai tambah ekonominya akan dihasilkan di Aceh. Dukungan ini sekaligus dapat mengundang minat investor untuk menanamkan modalnya membangun industri nilam di Aceh. Dengan demikian, struktur bisnis nilam di Aceh akan berubah, tidak lagi dikuasai oleh para pengumpul atau   trader,” kata Zainal Arifin.

Rapat dengan Menag, Senator Aceh Fadhil Rahmi Sentil Soal Asrama Haji Aceh Mangkrak

Pergi Mencari Lele Kakek 74 Tahun di Teluk Nibung, Aceh Singkil Menghilang

Haji Uma Ajukan Penangguhan Penahanan Pedagang Mi Aceh, Kasus Tewasnya Preman Medan

Ia tambahkan bahwa dukungan dari otoritas sangatlah penting dalam menarik investasi ke Aceh. Investasi yang dimaksudkan di sini adalah yang dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi serta yang dapat memberdayakan petani dan pengusaha lokal. 

Apabila pengembangan bisnis nilam ini dilakukan dengan strategi yang tepat, yaitu dengan mengintegrasikan usaha nilam mulai dari hulu di sektor pertanian hingga ke hilir yang menghasilkan end product  dengan dukungan teknologi industri yang efisien, digital marketing, dan pembiayaan dengan skema yang  meringankan bagi petani dan pengusaha, Arifin optimis industri nilam akan tumbuh di Aceh. 

“Bahkan dapat memberikan kontribusi signifikan, tidak hanya bagi perekonomian Aceh, tapi juga nasional, baik melalui peningkatan ekspor nilam dengan value added  tinggi maupun substitusi impor essential oil  dan produk turunannya yang selama ini cukup besar nilainya," ujar lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) ini.

Jadi Daerah Wisata, Sekda Ajak Warga Singkil Jaga Kebersihan

Sebelumnya, Arifin juga memberikan beberapa masukan kepada Pemerintah Aceh dan kabupaten, serta Atsiri Research Centre (ARC) Unsyiah terkait pengembangan bisnis nilam di Aceh. 

Selain itu, BI juga memberikan gambaran tentang kondisi dan prospek ekonomi Aceh, termasuk potensi ekonomi nilam kepada perusahaan-perusahan asing yang datang ke Aceh, seperti Payan Bertrand (Prancis), In Kajima (Inggris), dan Natgreen (Prancis).

Dengan semakin meluasnya publikasi mengenai pengembanga bisnis nilam yang didorong oleh  BI dan pemerintah, kata Arifin, sehingga membuat banyak calon investor milirik nilam Aceh. Salah satu di antaranya adalah Natgreen yang berkantor pusat di Paris, Prancis.

Natgreen sendiri setelah mengadakan  penjajakan dan diskusi panjang dengan ARC Unsyiah yang difasilitasi BI, telah menandatangani MoU dengan Unsyiah di bidang nilam. Terkait hal ini, Unsyiah juga telah membuat MoU dengan Pemkab Bener Meriah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved