Berita Aceh Tengah

Seorang Warga Non Muslim Dicambuk, Memiliki dan Menjual Miras di Kota Takengon

Andropo Pasaribu harus menerima sanksi berupa cambukan sebanyak 30 kali. Namun dipotong masa tahanan sebanyak tiga kali.

Seorang Warga Non Muslim Dicambuk, Memiliki dan Menjual Miras di Kota Takengon
SERAMBINEWS.COM/ MAHYADI
Terpidana pemilik serta penjual khamar (minuman keras) menjalani uqubat cambuk sebanyak 27 kali di depan Gedung Olah Seni (GOS) Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (12/2/2020). 

Andropo Pasaribu harus menerima sanksi berupa cambukan sebanyak 30 kali. Namun dipotong masa tahanan sebanyak tiga kali.

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tengah, melaksanakan uqubat cambuk terhadap salah seorang terpidana kasus khamar (minuman keras).

Terpidana yang melanggar Syariat Islam ini, merupakan salah seorang warga non muslim yang telah terbukti secara sah melakukan jarimah khamar berupa memiliki dan menjual miras.

Terpidana, Andropo Pasaribu (33) tercatat sebagai warga Desa Sitolul Bahal, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara ini.

Sebelumnya ditangkap petugas lantaran melakukan praktik penjualan miras di kawasan Jalan Lintang Kota Takengon.

Andropo Pasaribu harus menerima sanksi berupa cambukan sebanyak 30 kali.

Namun dipotong masa tahanan sebanyak tiga kali.

Baitul Mal Aceh Bantu Keluarga Bocah Korban Kebakaran dari Pidie Jaya, Saat Ini Pasien di RSUZA

'Sehingga hanya menjalani uqubat cambu sebanyak 27 kali.

Selama menjalani proses uqubat cambuk, terpidana kasus khamar bertubuh tambun ini, harus menjalani pemeriksaan tim medis, setiap sembilan kali cambukan.

Namun, proses uqubat cambuk berjalan lancar.

Halaman
12
Penulis: Mahyadi
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved