Kupi Beungoh
Dahsyat, Aceh Jadi Incaran Uni Emirat Arab, Cina, India, dan Malaysia
UEA menyiapkan Rp 314,9 triliun untuk investasi di Kota Baru hingga Aceh. Uni Emirat Arab menyatakan ketertarikan menanam modal untuk pembangunan Aceh
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Muhammad Hadi
Oleh: Zainal Arifin M Nur*)
Mantap! Aceh Jadi Magnet Baru Ekonomi Dunia.
Begitulah judul yang diberikan MetroTV pada sebuah program Selamat Pagi Indonesia yang ditayangkan awal Februari 2020. Rekaman tayangan itu kemudian diunggah ke akun Youtube metrotvnews yang memiliki 1,92 juta subscriber. Hingga Rabu 12 Februari, video itu telah mencatat 66.416 kali tayangan dan mendulang 897 komentar.
Video dibuka dengan ulasan presenter Naila Husna yang memaparkan tentang dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Mohamed Bin Zayed, pada pertengahan Januari 2020.
Mengiringi video rekaman pertemuan kerja sama yang dihasilkan antara Jokowi dan Mohamed Zayed, Naila mengulas tentang rencana investasi Uni Emirat Arab di Indonesia.
Disebutkan, UEA menyiapkan Rp 314,9 triliun untuk investasi di Kota Baru hingga Aceh. Uni Emirat Arab menyatakan ketertarikan menanam modal untuk pembangunan Aceh. Salah satu alasannya karena Aceh memiliki penduduk muslim terbanyak.
Kedua negara menandatangani 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi dan riset.
• Pemerintah Aceh dan Uni Emirat Arab Akan Bertemu, Bahas Rencana Investasi
Kemudian tayangan beralih ke studio Metro TV.
Diawali pengantar dari presenter bahwa pilihan UEA untuk berinvestasi di Aceh menjadi salah satu bukti bahwa saat ini Aceh telah menjadi magnet ekonomi dunia. Metro TV menghadirkan sejumlah tokoh Aceh untuk membahas topik tersebut.
Ada tiga tokoh yang dihadirkan, politikus Partai NasDem yang menjadi koordinator Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqul Hadi, tokoh muda nasional asal Aceh Nezar Patria, dan staf khusus Gubernur Aceh, Ir Iskandar MSc.
Informasi yang penulis peroleh, Kenduri Kebangsaan yang digagas oleh Teuku Taufiqul Hadi akan berlangsung di Kabupaten Bireuen, Aceh, tanggal 22 Februari 2020. Penulis belum mendapatkan banyak informasi tentang agenda kegiatan tersebut, namun informasinya Kenduri Kebangsaan ini mendapat dukungan penuh dari Bos Media Group Surya Paloh dan akan dihadiri oleh para anggota DPR/DPD RI asal Aceh, dan para tokoh-tokoh nasional, asal Aceh maupun luar Aceh.
Kembali ke program Selamat Pagi Indonesia, topik yang mereka bahas di Studio Metro TV pada hari itu adalah, ketertarikan Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di Aceh menjadi bukti bahwa Aceh merupakan magnet ekonomi dunia.
Hanya saja, konflik bersenjata yang berlangsung puluhan tahun di Aceh Aceh membuat potensi ini menguap sia-sia.
Konflik bersenjata membuat Aceh yang berada pada jalur lalu lintas laut dan udara dunia, tetap tertinggal hampir dari semua sisi.
Ketiga tokoh ini pun membahas solusi dan rencana agar Aceh semakin maju dan tetap menjadi magnet ekonomi dunia dari masa ke masa.
• Menteri Agama Jenderal TNI Purn Fachrul Razi: Potensi Aceh Luar Biasa
Simak selengkapnya dalam video di bawah ini.
Rencana investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Aceh, menjadi pembuka dari topik yang ingin penulis bahas dalam artikel ini. Karena, rencana investasi UEA tersebut tentunya belum bisa menjadi dasar untuk menyatakan bahwa Aceh merupakan magnet ekonomi dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/aceh-pilih-uea-cina-india-atau-malaysia.jpg)