Rabu, 15 April 2026

Kupi Beungoh

Dahsyat, Aceh Jadi Incaran Uni Emirat Arab, Cina, India, dan Malaysia

UEA menyiapkan Rp 314,9 triliun untuk investasi di Kota Baru hingga Aceh. Uni Emirat Arab menyatakan ketertarikan menanam modal untuk pembangunan Aceh

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Muhammad Hadi
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi - Aceh jadi incaran UEA, Cina, India, dan Malaysia 

Kenapa? Selain karena hanya satu negara, investasi UEA di Aceh juga masih sebatas rencana dan angka-angka di atas kertas.
Lalu, adakah tolok ukur lain untuk menegaskan Aceh yang kini telah lepas dari konflik, kembali menjadi magnet ekonomi dunia? Mari kita simak minat negara-negara lain terhadap Aceh, terutama India, Cina, dan Malaysia.

Baca berita-berita terkait di topik Investasi UEA di Aceh.

India

Sebelum Uni Emirat Arab (UEA) yang datang dengan janji investasi puluhan triliun rupiah di Aceh, India telah terlebih dahulu menyatakan minatnya untuk “menggarap” Aceh.

“India Pilih Sabang”. Headline Harian Serambi Indonesia edisi 6 Agustus 2019 menegaskan tentang minat India terhadap Aceh.
Selengkapnya baca DI SINI.

Jika membaca berita tersebut, rencana investasi India memang tidak semewah rencana UEA. Tapi jika melihat durasi kunjungan Dubes India, Pradeep Kumar Rawat, untuk Indonesia ke Aceh, sepertinya India memang benar-benar serius untuk berinvestasi di Aceh, khususnya Kota Sabang.

Sebuah sumber di Pemerintah Aceh menyebut, Dubes Pradeep Kumar sudah lima kali datang ke Aceh. Beberapa di antaranya memang sengaja tidak ingin menarik perhatian publik, karena ingin melihat secara riil potensi investasi di Aceh, terutama dari sisi keamanan.

Pradeep Kumar Rawat bahkan datang langsung ke Sabang untuk melihat lokasi rencana pembangunan rumah sakit spesialis di Pulau Weh itu.

Untuk sekedar diketahui, India memiliki sumber daya kesehatan yang mumpuni dan diakui dunia internasional. Banyak dokter negara tersebut merupakan jebolan universitas ternama di Inggris.

Salah satu kelebihan layanan kesehatan India adalah, memiliki teknologi yang bagus dan peralatan medis yang canggih, tapi dengan harga yang terjangkau. Disebut-sebut pengobatan di RS India yang canggih lebih murah daripada layanan di rumah sakit di Kuala Lumpur maupun Penang.

Nah, jika India benar-benar mewujudkan rencana membangun rumah sakit spesialis di Sabang, maka ke depan Sabang diprediksi akan melebihi Penang, karena selain memiliki rumah sakit canggih dengan harga terjangkau, juga memiliki salah satu spot wisata bahari terbaik di dunia.

Menag Minta Aceh Bersiap Sambut Investasi UEA

Selain membangun rumah sakit, India memiliki kepentingan yang lebih besar terhadap Aceh. Saat ini, Pemerintah India sedang jor-joran ingin membangun wilayah Kepulauan Andaman dan Nicobar yang posisinya juga berada di jalur pelayaran dunia.

Jadi, pembangunan rumah sakit India di Sabang, lebih kepada penarik bagi Aceh untuk mau bekerja sama lebih lanjut, yaitu ikut “menyumbang” material untuk kebutuhan pembangunan Andaman dan Nicobar.

Kenapa India butuh Aceh untuk membangun Andaman dan Nicobar? Karena Aceh punya hampir semua material yang dibutuhkan. Sedangkan India, dengan jumlah penduduk yang sudah lebih 1 miliar, mulai kesulitan material alam untuk membangun besar-besaran sebuah wilayah besar.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved