Dililit Ular
Suami Korban Bacok di Subulussalam Minta Istrinya Tak Dihukum, Tetap Yakin Istrinya Mimpi Lihat Ular
Pasalnya warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, tetap yakin istrinya melakukan hal tersebut akibat bermimpi melihat ular
Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
Kondisinya sudah kalut, ayunan parang membabi buta diayunkan ke tubuh Saman.
Dalam keadaan yang kalut tersebut, Saman teringat dengan anak perempuannya yang masih kecil seraya menyelamatkannya.
”Istri saya bilang nipe-nipe, nipe-nipe (ular-ular, ular-ular) teriaknya,” tutur Saman seraya menyampaikan darah di badan dan kepala terus mengucur.
Pascakejadian, kata Saman sang istri keluar dari pintu belakang, sedangkan Saman dari pintu depan.
Di depan rumah, dia meminta pertolongan kepada warga.
Saman pun ditolong dan diantar adik iparnya ke rumah sakit.
Namun, hingga dirawat di rumah sakit Saman sama sekali tidak pingsan alias tetap dalam kondisi sadar.
Ada sejumlah luka yang tubuh Saman antara lain tiga di bagian kepala, satu di wajah, lalu beberapa lainnya di punggung.
Saman mengaku jika dia dibacok akibat sang istri bermimpi melihat ular melilit tubuhnya.
Bahkan, lanjut Saman, saat dia sudah dirawat di RSUD sang istri tidak tau atas kejadian ini.
Dia, kata Saman menanyakan kepada anaknya kemana ayah mereka.
”Istri saya tidak tau ada kejadian, dia tanya ayah kalian kemana katanya sama anak saya,” papar Saman.
Sementara Kepolisian sektor Penanggalan, Polres Subulussalam melakukan pendalaman terkait kasus istri membacok suami di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Penanggalan beberapa hari lalu.
”Kami sedang mendalami dan pelaku sudah ditanyai namun belum diintrogasi secara mendalam, korban juga belum diperiksa karena masih sakit,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono yang dikonfirmasi Serambinews.com melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Syahril Jumat (14/2/2020).
Menurut Kapolsek Iptu Syahril, polisi telah memintai keterangan dari sejumlah saksi seperti tetangga korban dan abang kandung pelaku.
Menurut Iptu Syahril, sejauh ini pihaknya belum menyimpulkan insiden pembacok yang terjadi di wilayah hukumnya itu.
Sebab, proses penyelidikan masih berlangsung. Pelaku bernama Ati Rusdiana Berutu (45) yang tak lain istri korban.
Sementara waktu berdasarkan pemeriksaan pelaku berlasan membacok suaminya yang tengah tidur karena mimpi melihat ular.
Dikatakan, pelaku mengaku bermimpi melihat ular sedang melilit tubuh suaminya.
Nah bermaksud menolong suami sang istri mengambil parang dan membacok ular tersebut.
Tapi bukannya ular melainkan sejumlah bagian tubuh sang suami mengalami luka berat seperti wajah, leher dan punggung.
“Lukanya cukup banyak makanya korban masih belum bisa diperiksa karena dalam perawatan,” ujar Kapolsek Iptu Syahril
Meski sudah memeriksa pelaku namun polisi belum menetapkan sebagai tersangka.
Jika alasan sang istri karena mimpi melihat ular sehingga membacok tubuh sang suami menurut Kapolsek Iptu Syahril tetap melawan hukum.
Secara hukum kasus tersebut tetap dikenai sanksi pidana. Namun untuk hal ini polisi masih menunggu pemeriksaan korban.
Polisi juga menggali informasi dari sejumlah pihak mengenai hal ini.
Pelaku sendiri menurut Kapolsek Iptu Syahril masih dalam kondisi sakit.
Sakit yang diderita pelaku membuat polisi belum melakukan tindakan hukum seperti penahanan.
Polisi menitipkan sementara waktu pelaku dalam tanggungjawab keluarganya yakni abang kandungnya serta desa.
”Karena pelaku sakit, dia masih konsumsi obat,” terang Iptu Syahril. (*)