Selasa, 12 Mei 2026

Harimau Mangsa Ternak

Desak BKSDA Tangkap Harimau Berkeliaran di Permukiman, Walkot Subulussalam: Masyarakat Terancam

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang ketika turun langsung ke Desa Singgersing, Rabu (26/2/2020) sore tadi.

Tayang:
Penulis: Khalidin | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang, Rabu (26/2/202) turun ke Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam menyusul kawanan harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang berkeliaran di dekat permukiman penduduk serta areal perkebunan. 

Masyarakat menyerahkan masalah tersebut ke BKSDA dan selalu melaporkan bila ada temuan harimau atau jejaknya. Selama masa pengusiran, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun, hutan dan daerah wisata alam lainnya agar tidak menjadi korban keganasan binatang buas tersebut.

”Mudah-mudahan dengan meningkatkan kewaspadaan kita semua dapat terhindar dari ancaman bahaya serangan harimau tersebut," kata Affan Bintang

Sebelumnya diberitakan Teror kawanan harimau Sumatera  (Panthera tigris sumatrae)  yang berkeliaran di dekat permukiman  penduduk serta areal perkebunan di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam belum berakhir.

Buktinya, Rabu (26/2/2020) sore tadi kawanan harimau kembali muncul dan dikabarkan memangsa ternak warga di desa tersebut.

Informasi itu disampaikan Abdul Kadir Berutu kepada Wali Kota Subulussalam H Affan Alfian Bintang SE yang turun langsung ke lokasi.

Walkot Affan Bintang turun bersama Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Subulussalam, Baginda Nasution, SH MM.

Setiba di lokasi sekitar pukul 18.15 WIB warga sudah berkerumun dan menyampaikan baru saja terjadi serangan harimau di sana. Menurut Abdul Kadir, warga sempat mengabadikan aksi harimu menerkam ternak kambing yang sedang melintas di areal perkebunan.

"Ini baru saja pak wali harimau muncul, udah terkamnya satu kambing," terang Abdul Kadir

Walkot Subulussalam Affan Bintang langsung meninjau lokasi harimau berkeliaran serta ternak warga yang diterkam harimau. Letak kandang sapi warga bernama Rama sebenarnya hanya terpaut 20 an meter dari rumahnya.

Terkait Persoalan Guru Honorer, Komisi I DPRK dan Disdikbud Aceh Selatan Gelar Rapat

 400 Atlet Ikut Seleksi Popda Tingkat Kabupaten Aceh Selatan

VIDEO - Sumur Bor Semburkan Lumpur 30 Meter di Pidie, Suara Gemuruh Panikkan Warga

Harimau tampak semakin nekat turun gunung dan menerkam sapi milik warga hingga menyebabkan satu ekor terluka parah. Bahkan terpantau kondisi ternak bekas terkaman harimau sudah makin memburuk.

Sementara ternak kambing yang diterkam sore tadi diduga sudah ludes dimangsa sang raja hutan. Warga mengaku aksi harimau di Desa Singgersing makin menjadi-jadi. Binatang buas itu semakin mendekat ke rumah warga.

Jika sebelumnya harimau muncul pukul 19.00-21.00 WIB, tadi sore hewan dilindungi ini turun lebih awal yakni pukul 18.15 WIB.

"Makin parah ini, warga ketakutan kali karena asal malam bahkan tadi sore harimau turun ke permukiman. Kami tidak bisa kerja karena ketakutan," ujar warga.

Warga pun meminta Walkot Affan Bintang yang turun ke Desa Singgersing untuk mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Subulussalam agar segera menangkap harimau karena sudah meresahkan masyarakat.

Selama harimau turun ke desa Singgersing warga ketakutan bertani atau memanen sawit. Kondisi ini mengganggu perekonomian masyarakat. Saat ini, kata warga yang diterkam atau mangsa memang ternak namun bisa saja mencelakai manusia.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved