Breaking News:

Berita Malaysia

Lawan Virus Corona, PM Malaysia Umumkan "Partial Lockdown" Selama 2 Pekan, Kedai Runcit Tetap Buka

Dalam pesan khusus itu disebutkan bahwa kebijakan partial lockdown ini berlaku selama dua pekan untuk memerangi penyebaran virus corona

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Twitter @KKMPutrajaya
Siaran langsung pesan khusus #COVID19malaysia oleh Perdana Menteri YAB Tan Sri Muhyiddin Yassin, Senin (16/3/2020) pukul 10 malam. 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin telah mengumumkan penutupan seluruh kantor pemerintah dan swasta, kecuali yang berurusan dengan layanan penting.

Kebijakan ini dikenal dengan sebutan partial lockdown atau penutupan sebagian layanan, kecuali layanan penting.

“Yang Amat Berhormat (YAB) PM Malaysia telah mengumumkan penutupan kantor pemerintah dan swasta, kecuali pasaraya, pasar awam, kedai runcit dan kedai serbaneka yang menjual barangan keperluan harian,” kata Jafar Insya Reubee, pedagang kedai runcit di Kuala Lumpur, melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Senin (16/3/2020) malam.

Jafar Insya mengatakan, pengumuman PM Malaysia itu termuat dalam “Pesan Khusus YAB Perdana Menteri tentang Covid-19”.

Dalam pesan khusus itu disebutkan bahwa kebijakan partial lockdown ini berlaku selama dua pekan (18-31 Maret 2020) untuk memerangi penyebaran virus corona.

"Pemerintah memandang situasi ini dengan serius. Terlebih setelah perkembangan gelombang kedua (infeksi)," jelas Muhyiddin.

Menurutnya, keputusan partial lockdown Malaysia ini harus diambil untuk mencegah lebih banyak korban infeksi virus corona.

"Hanya ini cara satu-satunya kami bisa mencegah masyarakat terinfeksi wabah yang sudah menghancurkan kehidupan ini," tegas dia, seperti dilansir Kompas.com.

Dalam pesan khusus itu, Muhyiddin mengatakan, Pemerintah Malaysia telah memutuskan untuk menerapkan “Perintah Kontrol Pergerakan” di seluruh negara.

Antisipasi Virus Corona, Dinas Kesehatan Abdya Semprot Lantai Masjid Agung Baitul Ghafur

Dayah Resmi Diliburkan, Mursil Minta Seluruh Santri Disemprot Disinfektan

Ini Imbauan Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk Pesantren se-Aceh tentang Covid-19

Perintah kontrol ini mulai berlaku tanggal 18 Maret 2020 hingga sehari setelah 31 Maret 2020.

“Perintah kontrol ini dibuat berdasarkan UU Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 1988 dan Undang-Undang Kepolisian 1967,” ujarnya.  

Berikut enam point keputusan Pemerintah Malaysia yang termuat dalam “Pesan Khusus YAB Perdana Menteri tentang Covid-19”.

PERTAMA, larangan umum gerakan dan perakitan massal di seluruh negara termasuk kegiatan keagamaan, olahraga, sosial dan budaya.

Untuk menegakkan larangan ini, semua rumah ibadah dan tempat usaha harus ditutup, kecuali untuk supermarket, pasar umum, kedai runcit (toko kelontong) dan swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved