Breaking News:

Kembali Bikin Ulah, ISIS Minta Tuhan Agar Siksaan Virus Corona Ditambah

Mereka memulai artikel itu dengan menyatakan bahwa Tuhan 'telah memberikan siksaan yang menyakitkan terhadap bangsa-bangsa ciptaannya'.

Polri/Polri
Bendera ISIS di pagar depan Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (4/7/2017) tak hanya memasang bendera, ISIS Meninggalkan Pesan Ancaman. (Dok.Polri) 

SERAMBINEWS.COM - Laporan mengatakan ISIS meminta Tuhan untuk meningkatkan siksaan virus corona kepada orang-orang yang tidak patuh.

ISIS telah merilis buletin baru di media publikasi al-Naba milik mereka yang menindaklanjuti artikel sebelumnya yang menginstruksikan anggotanya tentang cara menangani penyebaran virus.

Mereka memulai artikel itu dengan menyatakan bahwa Tuhan 'telah memberikan siksaan yang menyakitkan terhadap bangsa-bangsa ciptaannya'.

Melansir Daily Mail, Selasa (24/3/2020), ISIS mengklaim virus itu adalah balasan Tuhan terhadap negara-negara penyembah berhala, menurut Al-Masdar News.

Dalam artikel itu juga menyertakan permintaan kepada Tuhan untuk meningkatkan siksaan terhadap bangsa-bangsa yang tidak percaya dan melindungi orang-orang percaya dari bahaya.

Dikatakan, "Kami meminta Tuhan untuk meningkatkan siksaan mereka dan menyelamatkan orang-orang percaya dari semua itu.

Dipercaya Dapat Terlindungi dari Covid-19, 30 Orang di Turki Meninggal Setelah Meminum Alkohol Murni

Dalam Sepekan, Hanya 3 Kali Penerbangan di Bandara Malikussaleh, Dulunya Capai 10 Kali Penerbangan

Nova Minta Keuchik Pakai Dana Desa, Untuk Pencegahan Penyebaran Virus Corona

"Memang dia hukumannya keras terhadap orang yang memberontak kepadanya, dan berbelas kasihan kepada orang yang menaatinya dan berdiri bersamanya," kata kelompok teroris itu, seperti dikutip oleh seorang peneliti.

ISIS menyatakan bahwa penyakit itu telah memaksa 'negara-negara pejuang' untuk mundur dan meningkatkan kehadiran militer untuk menahan penyebaran virus.

Publikasi ISIS tentang wabah coronaDaily Mail

Sementara ISIS tidak secara spesifik menyebut virus dengan nama resminya, mereka menyoroti dampak penyakit yang saat ini menyebar di seluruh dunia.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved