Breaking News:

Corona di Aceh

MPU Aceh Belum Keluarkan Maklumat Terkait Pelaksanaan Shalat Jumat, Ini Alasannya

Seperti diketahui Pemerintah Aceh, telah menaikkan status darurat di Aceh, dari Siaga Darurat Covid-19 menjadi Tanggap Darurat Covid-19.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, hingga Kamis (26/3/2020) siang belum mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan shalat Jumat pada masa darurat COVID-19.

Seperti diketahui Pemerintah Aceh, telah menaikkan status darurat di Aceh, dari Siaga Darurat Covid-19 menjadi Tanggap Darurat Covid-19.

Status Tanggap Darurat Skala Provinsi Covid-19 di Aceh akan berlangsung selama 71 hari, sejak 20 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020.

Tanggap Darurat Skala Provinsi untuk Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ditetapkan dalam Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/969/2020 yang ditetapkan di Banda Aceh pada 20 Maret 2020 atau 25 Rajab 1441.

BACA SELENGKAPNYA: Status Tanggap Darurat Corona Covid-19 di Aceh Diperpanjang hingga 29 Mei, Ini Alasan Plt Gubernur

Meski status darurat di Aceh telah dinaikkan, namun hingga Kamis (26/3/2020) siang, Serambinews.com belum memperoleh informasi adanya masjid di Aceh yang membatalkan atau menunda pelaksanaan Shalat Jumat tanggal 27 Maret 2020 besok.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali yang dihubungi Serambi Kamis (27/3/2020) siang mengakui MPU Aceh belum mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan shalat Jumat di Aceh pada masa tanggap darurat ini.

“Kita akan melihat kondisi pelaksanaan Shalat Jumat besok,” kata Tgk Faisal Ali.

Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Sibreh Aceh Besar ini menyebutkan, Jumat besok adalah evaluasi terakhir bagi MPU Aceh dalam mengeluarkan keputusan.

Pria yang kerap disapa Abu Sibreh ini menambahkan, pihak MPU Aceh kesulitan dalam mengeluarkan maklumat tentang pelaksanaan Shalat Jumat ini, karena pertimbangan psikologi masyarakat Aceh.

“Kalau masalah shalat Jumat ini memang agak sulit. Karena banyak sekali sisi yang harus dipertimbangkan, terutama psikologis masyarakat Aceh. Jadi untuk Jumat besok kita pulangkan kepada masing-masing masyarakat, apakah ingin melaksanakan Shalat Jumat atau cukup shalat Zuhur saja di rumah,” ujarnya.

“Tapi kita sudah keluarkan imbauan kepada pengurus-pengurus masjid di Aceh, agar tata laksana shalat Jumat dipersingkat,” ujarnya.

Ditanya hukum shalat Jumat pada masa pandemi wabah penyakit seperti yang dihadapi Aceh saat ini, Tgk Faisal Ali mengatakan bahwa dalam kondisi seperti saat ini, boleh mengganti shalat Jumat dengan shalat Zuhur di rumah.

Selain untuk pelaksanaan shalat Jumat yang belum ada keputusan, kata Lem Faisal, MPU Aceh telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak menggelar ritual agama yang bersifat mengumpulkan orang ramai.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved