Berita Banda Aceh
Dalimi Sebut Semua Anggota DPRA Berstatus ODP Karena Pernah Keluar Kota, Dewan akan Tempuh Jalur Ini
Pengakuan mengejutkan disampaikan Wakil Ketua DPRA, Dalimi. Politisi Demokrat ini mengklaim semua anggota DPRA yang berjumlah 81 orang berstatus....
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Jalimin
Dalimi Sebut Semua Anggota DPRA Berstatus ODP Karena Pernah Keluar Kota, Dewan akan Tempuh Jalur Ini
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pengakuan mengejutkan disampaikan Wakil Ketua DPRA, Dalimi. Politisi Demokrat ini mengklaim semua anggota DPRA yang berjumlah 81 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) terkait virus corona.
Anggota DPRA dari Fraksi PKS, Zainal Abidin langsung memprotes pernyataan Dalimi. Kepada Serambinews.com, Jumat (27/3/2020), Zainal menegaskan bahwa dirinya merasa tidak pernah berpergian ke luar kota sejak Januari hingga Maret 2020.
“Saya salah satu anggota dewan yang belum pernah pergi ke Jakarta sejak Januari 2020 sampai dengan hari ini. Sangat disayangkan klaim wakil ketua DPR Aceh yang tidak disertai data valid,” kata Zainal.
Sebagai bukti belum pernah berpergian ke daerah terjangkit virus corona seperti Jakarta atau kota lain, Zainal memperlihatkan selembar kertas yang dikeluarkan oleh Sekretariat DPRA terkait keterangan belum pernah berpergian ke luar kota.
Surat Keterangan Nomor 161/01/2020 itu diteken oleh Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-undangan Sekretariat DPRA, Rizal Fahlefi SH Mec Dev pada tanggal 27 Maret 2020.
“Saya berharap Dalimi mengklarifikasi pernyataannya jika tidak saya pertimbangkan menempuh jalur hukum,” kata politisi asal Aceh Barat ini.
• Dua Pasien PDP yang Dirawat di RSUD Subulussalam Mulai Membaik, Dokter: Tetap Harus Dipantau
• Ini Langkah Strategis Bupati Bener Meriah Antisipasi Penyebaran Covid-19
• Cegah Corona, Bupati Abdya Perpanjang ‘Libur Sekolah’ Jenjang PAUD, SD, TK dan SMP
Sebelumnya, dua anggota dewan lain yaitu Sulaiman dari Fraksi Partai Aceh dan M Rizal Falevi Kirani dari Fraksi Partai Nanggroe Aceh (PNA) juga menanggapi pernyataan Dalimi. Keduanya menilai, pernyataan Dalimi asal bunyi.
“Harusnya beliau bersama-sama pemerintah untuk selalu memikirkan rakyat yang sedang panik ini bukan malah saling tuding. Pak Dalimi jangan asal bunyi dalam menyikapi ditundanya paripurna, data ODP terbaru sudah jelas jadi kenapa harus mengeneralkan semua anggota DPRA,” kata Sulaiman.
Menurut mantan ketua DPRK Aceh Besar ini mengatakan saat ini rakyat membutuhkan kinerja Pemerintahan Aceh, baik eksekutif maupun legislatif dalam menanggani masa darurat pandemi virus corona.
“Harusnya Pak Dalimi menyikapi dengan arif penundaan paripurna ini,” tegasnya.
Sementara M Rizal Falevi Kirani mengatakan politikus kawakan Demokrat tersebut terlihat panik dalam mengeluarkan pernyataan. Menurut Falevi, pernyataan Dalimi sudah memvonis semua anggota DPRA, padahal tidak semua masuk dalam listing ODP.
• Mulai Subuh Ini, Masjid Oman Hentikan Shalat Jamaah dan Ditutup untuk Umum
• Mahasiswa BP2IP Malahayati Hilang Kontak Setelah Melapor Berlayar dengan Kapal Taiwan
“Pak Dalimi jangan panik. Saya pikir biasa saja (orang yang berstatus ODP) tinggal menjaga jarak saja. Kenapa kita harus panik tinggal ikuti protokol kesehatan saja. Jadi tidak usah panik dan bilang ke 81 DPRA berstatus ODP,” kata Falevi.
Wakil Ketua DPRA, Dalimi membantah alasan penundaan rapat paripurna karena ada 13 anggota DPRA yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) kasus virus corona atau Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/anggota-dpra-sulaiman-se-bicara-soal-virus-corona.jpg)