Berita Banda Aceh

Mahasiswa BP2IP Malahayati Hilang Kontak Setelah Melapor Berlayar dengan Kapal Taiwan

Reza Iqbal, kelahiran 12 Juni 1997 yang masih tercatat sebagai mahasiswa Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati kehilangan

For Serambinews.com
Reza Iqbal, mahasiswa BP2IP Malahayati yang dilaporkan hilang kontak dengan keluarga sejak berlayar dengan kapal Taiwan pada Desember 2019.  

Mahasiswa BP2IP Malahayati Hilang Kontak Setelah Melapor Berlayar dengan Kapal Taiwan

Laporan Nasir Nurdin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  -  Reza Iqbal, kelahiran 12 Juni 1997 yang masih tercatat sebagai mahasiswa Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati kehilangan kontak dengan keluarganya sejak Desember 2019 setelah yang dia sempat melaporkan akan berlayar dengan kapal Taiwan via Singapura.

Informasi tentang dugaan hilangnya Reza Iqbal disampaikan langsung oleh ibunya, Yusmaraini kepada Serambinews.com, Rabu (25/3/2020).  

Reza Iqbal beralamat di Jalan Tgk Meurah, Lorong Bak Teu, Gampong Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh.

Menurut Yusmaraini, putranya itu masih bersekolah (kuliah) di BP2IP Malahayati yang lokasi kampusnya di Jalan Laksamana Malahayati Nomor 12, Kilometer 19, Gampong Durung, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Yusmaraini menceritakan, pada Oktober 2019 anaknya itu berangkat sendiri ke Jakarta. Namun tak ada penjelasan apakah keberangkatan itu urusan sekolah atau pribadi.

Pada Desember 2019, keluarga menerima telepon dari Reza Iqbal yang mengabarkan dia sedang di Bandara Soekarno-Hatta untuk terbang ke Singapura.

Masa Libur Sekolah di Aceh Diperpanjang Hingga 30 Mei

Jika APD Corona Tidak Tersedia, IDI Tak Izinkan Tenaga Medis Tangani Pasien COVID-19

VIDEO - Forkopimda Nagan Raya Sidak Pasar, Harga Gula Pasir Naik Drastis

Sesampai di bandara Singapura pada sore harinya, Reza juga mengabarkan melalui telepon. Dia juga mengupload foto melalui WhatsApp ketika berada di dalam kapal.

“Anak saya memang pernah cerita kalau dia mendapatkan kapal dari Taiwan, makanya dia harus transit dulu ke Singapura,” kata Yusmaraini.

Namun, lanjut Yusmaraini, anaknya itu tidak memberi tahu berapa lama dia di kapal Taiwan, kemana tujuan, dan kapan dijadwalkan kembali. Ketika ditanya apakah pihak lembaga pendidikan (BP2IP Malahayati) mengetahui hal ini, menurut Yusmaraini dirinya tidak tahu karena anaknya yang mengurus sendiri.

Juga diceritakan, sebelum ke kapal Taiwan, anaknya pernah juga di Palembang bekerja pada KM Kita VIII. Tugasnya di bagian teknik mesin.

“Sudah sekian bulan kami kehilangan kontak, semoga dengan adanya informasi melalui media kami bisa mengetahui keberadaannya,” ujar sang ibu melalui saluran telepon.(*)

Tokoh Agama Diketahui Positif Covid-19 setelah Meninggal, 40 Ribu Warga dari 20 Desa Dikarantina

Wakil Wali Kota Bandung Mengaku Sudah Sembuh dari Corona, Sebut Proses Penyembuhan Sangat Berat

Ini Call Center Informasi Corona di Subulussalam, Warga yang Alami Gejala Silakan Menghubungi

Penulis: Nasir Nurdin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved