Breaking News:

Berita Aceh Timur

Jembatan Penghubung Tiga Desa di AcehTimur Ambruk, Truk Bermuatan Terjungkal

Lokasi jembatan besi ambruk di Desa Blang Buket, yang menghubungkan Desa Seuneubok Teungoh, dan Asan Rampak, dalam Kecamatan Peudawa.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Hand-over kiriman warga.
Jembatan ambruk truk terjungkal 

Laporan Seni Hendri  | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Dump truk yang disopiri M Yakob terjungkal ke dasar alur akibat jembatan besi penghubung tiga desa di Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, ambruk pada Selasa (31/3/2020) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, selain itu dasar alur juga sedang surut.

M Yakob mengatakan, truknya jatuh pada trip ke empat, setelah sebelumnya ia sudah membawa tanah timbun pondasi rumah dari Alue Bu ke Gampong Blang Buket, lokasi jembatan ambruk.

"Kondisi jembatan besi memang sudah melengkung sebelum ambruk," ungkap M Yakob.

Lokasi jembatan besi ambruk di Desa Blang Buket, yang menghubungkan Desa Seuneubok Teungoh, dan Asan Rampak, dalam Kecamatan Peudawa.

Akibat jembatan ini ambruk untuk sementara akses warga terputus. Jika menempuh jalan alternatif selain rusak juga jauh.

Anggota DPRK Aceh Timur, dari Fraksi Partai Aceh, asal Kecamatan Peudawa, Ibrahim SH alias Panglima Odon, meminta Dinas PUPR Aceh Timur, membangun jembatan darurat di lokasi jembatan besi yang ambruk di Desa Blang Buket, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur.

Permintaan itu disampaikannya, karena paska jembatan besi ambruk warga tiga gampong terisolir.

"Jembatan ini akses utama yang menghubungkan tiga desa, karena itu kita minta Dinas PUPR segera bangun jembatan darurat agar warga bisa keluar masuk," pinta Panglima Odon saat tinjau jembatan ambruk.

Hanafiah Keuchik Blang Buket, juga memohon Pemkab Aceh Timur, melalui Dinas PUPR setempat membangun sementara jembatan darurat agar akses warga tak terganggu.

"Ke depan kami mohon jembatan ini dibangun beton karena menghubungkan tiga desa," pinta Hanafiah.

Jembatan berkontraksi besi itu, jelas Hanafiah, dibangun tahun 2012 dengan panjang sekitar 12 meter dan lebar 4 meter.

Jembatan tersebut ambruk jelas Hanafiah karena leger besinya tak tahan, karena tiang tengah lepas akibat pembersihan alur tahun lalu.(*)

Saat Jam Malam, Sejumlah Ruas Jalan di Lhokseumawe Ditutup, Hanya Apotek dan RS yang Boleh Buka

Jamaah Umrah yang Tertahan di Mekah Akibat Corona Kini Sudah Bisa Kembali, Ini Penjelasan Kemenag

Jangan Asal Pakai, Disinfektan Hydrogen Peroxide Justru Sebabkan Iritasi Paru-paru Parah

Cegah Corona, Physical Distancing Diikuti Darurat Sipil, Begini Mekanisme Darurat Sipil Secara Umum

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved