Kupi Beungoh
Wabah COVID-19, Momen Membentuk Budaya Peduli Kesehatan di Masyarakat
Hasil survey menunjukan terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat melakukan cuci tangan.
Mengajak masyarakat menerapkan PHBS saat ini adalah moment yang tepat. Tingkat kepatuhan masyarakat tinggi.
Dari penelitian kecil yang saya lakukan sejak wabah COVID-19 ini terjadi, tingkat kepedulian masyarakat melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir tinggi.
• Instruksi Mendagri untuk Pemda soal Penanganan Corona, Realokasi Anggaran hingga Pengawasan Sembako
Hasil survey menunjukan terjadi peningkatan kepatuhan masyarakat melakukan cuci tangan.
Sebelum wabah COVID-19 terjadi, tingkat kepatuhan cuci tangan hanya 54,8 %.
Namun setelah wabah ini merebak, kepatuhan cuci tangan meningkat menjadi 84,6%.
Artinya ada kenaikan tingkat kepatuhan dan kepedulian masyarakat sebesar 29,8%.
Kami menyimpulkan inilah moment yang tepat pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan budaya cuci tangan.
Prinsip PHBS ini harus terus digalakan dari mulai anak-anak sampai orang tua, sehingga menjadi budaya dimasyarakat kita.
Namun program ini butuh perhatian dan butuh difasilitasi oleh pemangku kebijakan.
Misalnya dengan banyak menyediakan fasilitas cuci tangan diruang publik.
• Pak Presiden, Izinkan Dana Desa untuk Antisipasi Kelaparan Akibat Kebijakan Stay at Home
Untuk membiasakan masyarakat melakukan Cuci Tangan, pemerintah bisa mengambil peran dengan menyediakan fasilitas Washtafel Umum.
Misalnya yang ditempatkan ditempat-tempat strategis ditengah masyarakat, perkantoran, pasar, pertokoan tempat wisata dan tempat lainya.
Program ini bisa dimulai dari pemerintah tingkat desa sampai dengan pemerintah Kab/Kota.
Di desa, pembiayaan program ini dapat memanfaatkan Alokasi Dana Desa (ADD).
Permendesa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/praktisi-dokter-dr-iziddin-fadhil-mkm.jpg)