Breaking News:

Panwaslih Ajak Kawula Muda Aceh Ikut Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Sistem Online

Dalam masa wabah Covid-19 ini, bukan berarti semangat belajar turun. Selama di rumah, Bawaslu mengajak kawula muda di Aceh bergabung dalam SKPP daring

SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Anggota Panwaslih Provinsi Aceh, Marini. 

Panwaslih Ajak Kawula Muda Aceh Ikut Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Sistem Online, Ini Manfaatnya

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh mengajak kawula muda Aceh mengikuti Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP).

Namun mengingat situasi di Indonesia saat ini yang sedang menghadapi pendemi Covid-19 atau Corona, SKPP dilakukan secara daring atau online.

Koordiinator Divisi Pengawasan Panwaslih Aceh, Marini, kepada Serambinews.com menjelaskan, SKPP ini merupakan program nasional.

Program ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kaum milenial dan pemilih pemula tentang seluk beluk pengawasan Pemilu dan pemilihan.

Sekolah sistem online ini lanjut Marini, dapat dimanfaatkan kawula muda Aceh yang kini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Dalam masa wabah Covid-19 ini, bukan berarti semangat belajar turun. Selama di rumah, Bawaslu mengajak kawula muda di Aceh bergabung dalam SKPP secara daring,” katanya, Minggu (5/4/2020).

Bangkai Gajah Kembali Ditemukan di Aceh

Seribuan Warga Kembali ke Aceh Timur, Jubir: Belum ada yang Positif Covid-19

Begini Pengakuan Tersangka yang Membunuh Ibu Kandungnya di Subulussalam

Marini menyebutkan, SKPP akan dimulai pada pertengahan April 2020. Sekolah akan berlangsung selama 10 hari, yang diisi dengan pengetahuan terkait dengan seluk beluk pengawasan Pemilu dan pemilihan.

“Bersama dengan para ahli kepemiluan, nanti akan diajarkan terkait dengan Pemilu, tahapan Pemilu, pengawasan, penindakan, penyelesaian sengketa, kerawanan, hingga strategi kehumasan,” sebut Marini.

Syarat-syarat untuk menjadi peserta SKPP juga tidak sulit. Usia minimal 17 tahun dan maksimal 30 tahun. Selain itu juga harus bersedia mengikuti pendidikan daring sampai selesai, termasuk penyediaan kebutuhan data internet.

Berikutnya, diutamakan sedang menjadi pengurus atau anggota dari organisasi atau komunitas, dan tidak sedang menjadi pengurus partai politik/tim kampanye/tim sukses dalam tiga tahun terakhir, juga tidak sedang menjadi penyelenggara pemilu.

“Pendaftaran dilakukan secara online di bawaslu.net/skpp. Masa pendaftaran 5-8 April 2020,” sebut Marini.(*)

Penulis: Yocerizal
Editor: Yocerizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved