Breaking News

Pandemi Virus Corona di Dunia

Pemimpin Jamaah Tabligh di India Didakwa Lakukan Pembunuhan Melalui Penyebaran Virus Corona

Pemimpin kelompok jamaah tablig, Muhammad Saad Kandhalvi didakwa telah melakukan pembunuhan melalui penyebaran virus corona.

Editor: Taufik Hidayat
Kompas.com (RAJAT GUPTA/EPA-EFE)
Lebih dari 1.000 peserta tabligh akbar yang digelar di Nizamuddin, New Delhi, India, dipindahkan dari lokasi, dan 24 di antaranya positif terinfeksi virus corona. Tabligh akbar ini digelar pada 31 Maret 2020. 

Laporan Agus Ramadhan

SERAMBINEWS.COM – Pemimpin kelompok jamaah tablig, Muhammad Saad Kandhalvi didakwa telah melakukan pembunuhan melalui penyebaran virus corona.

India telah mengajukan dakwaan pembunuhan karena mengadakan pertemuan bulan Maret lalu yang menurut pihak berwenang menyebabkan lonjakan besar infeksi virus corona di India.

Dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2020) markas besar kelompok jamaah tabligh di Delhi disegel oleh otoritas negara itu.

Ribuan pengikut, termasuk beberapa dari Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh, dikarantina setelah diketahui mereka menghadiri pertemuan di sana pada pertengahan Maret lalu.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan bahwa Muhammad Saad Kandhalvi didakwa telah melanggar larangan pertemuan besar yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Namun, otoritas setempat telah mengajukan penambahan pasal tentang pembunuhan.

"Polisi Delhi telah mengajukan laporan pertama sebelumnya terhadap pemimpin tablig, sekarang pasal 304 telah ditambahkan," kata perwira itu.

Pasal 304 merujuk pada pembunuhan dengan hukuman maksimum 10 tahun penjara.

Juru bicara kelompok Jamaah Tablig, Mujeeb-ur Rehman, menolak memberikan keterangan dan mengatakan mereka belum mengkonfirmasi laporan tentang dakwaan baru tersebut.

Tablig adalah salah satu organisasi dakwah Muslim Sunni terbesar di dunia dengan pengikut di lebih dari 80 negara.

Pihak berwenang mengatakan pada awal bulan, sepertiga dari hampir 3.000 kasus virus corona adalah orang-orang yang menghadiri pertemuan tablig atau mereka terinfeksi dari jamaah tablig.

Hingga kini, Jumat (17/4/2020) pukul 14:00WIB, India telah mencatatkan 13.495 kasus positif dan 448 orang dilaporkan meninggal

Delhi menjadi kluster penyebaran virus itu, sebanyak 1.080 dari 1.561 kasus terkait dengan pertemuan kelompok itu.

Pengurus tabligh sebelumnya mengatakan banyak pengikut yang telah mengunjungi kantornya di kawasan bersejarah Nizamuddin di Delhi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved