Update Corona di Subulussalam
Apkasindo Subulussalam Minta Gubernur Aceh Surati Pabrik Kelapa Sawit Agar Tetap Beli TBS Petani
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah diminta segera menyurati Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang ada di daerah ini agar tetap membeli Tandan....
Penulis: Khalidin | Editor: Jalimin
Laporan Khalidin I Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah diminta segera menyurati Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang ada di daerah ini agar tetap membeli Tandan Buah Segar (TBS) petani.
Permintaan itu disampaikan Subangun Berutu Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, kepada Serambinews.com Kamis (30/4/2020) sekaitan wabah virus corona atau covid-19.
Menurut Subangun, pemerintah Aceh sepatutnya mencontoh apa yang telah dilakukan Gubernur Sumatera Selatan. Di sana, kata Subangun, Gubernur Sumatera Utara sudah menyurati seluruh pabrik kelapa sawit di wilayah agar tetap beroperasi dan membeli TBS petani atau masyarakat di tengah kondisi covid-19.
Nah, hal ini dinilai juga dapat dilakukan Pemerintah Aceh agar ekonomi masyarakat tidak terlalu hancur.
Dikatakan, saat ini saja kondisi harga TBS di Subulussalam dan beberapa wilayah di Aceh saban hari mengalami penurunan. Padahal di tengah wabah virus corona kelapa sawit menjadi salah satu andalan masyarakat dalam menopang ekonomi. Apalagi di Aceh tanaman kelapa sawit sangat banyak digeluti masyarakat sehingga ketika harga TBS anjlok sangat berdampak pada ekonomi penduduknya.
• Pasien Positif Covid-19 Abdya yang Dirawat di RSUZA Dinyatakan Sembuh, Besok Diizinkan Pulang
• Pencipta Himne Aceh, Mahrisal Rubi Persembahkan Lagu untuk Kemanusiaan Covid-19
• Apresiasi Pemkab Aceh Besar, DPRK Berharap Nelayan dan Pedagang Juga Ikut Dibantu
Subangun menambahkan, selain Sumsel, imbauan agar pabrik kelapa sawit tetap beroperasi dan membeli TBS petani juga dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Merujuk Surat Gubernur Kalimantan Timur Nomor. 525/2634/Disbun tertanggal 21 April 2020 mencatat, hingga tahun 2019 lalu produksi Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di Kaltim mencapai 18,4 juta ton, dengan produksi minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 4,04 juta ton, dimana produksi TBS tersebut sekitar 6,32 juta ton (34,27%) diantaranya berasal dari kebun sawit plasma dan petani sawit swadaya.
Dalam surat mencatat, dengan tingkat produksi yang tinggi bersumber dari petani sawit tersebut pemerintah provinsi Kaltim menghimbau agar seluruh Pabrik Minyak Sawit yang beroperasi di Kaltim untuk tidak menghentikan penerimaan TBS yang berasal dari kebun masyarakat yang telah bermitra atau belum, dengan tetap mengikuti mekanisme dan prosedur jual beli yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku sampai adanya kebijakan pemerintah yang memaksa penghentian operasional pabrik karena alasan pencegahan Covid-19.
"Untuk mecegah penyebaran Covid19, setiap pabrik minyak sawit dan para pihak yang terlibat dalam jual beli TBS dapat menerapkan protocol pencegahan yang efektif dan disetujui bersama dimana pelaksanaannya disesuaikan dengan lokasi dan kondisi pabrik masing-masing,” demikian catat kebijakan yang diteken Gubernur Kaltim, Isran Noor, Selasa (21/4/2020), sebagaimana dipublis di media InfoSAWIT.
• Harga Minyak Dunia Turun Rendah, Kenapa Harga BBM Belum Diturunkan?
Dalam kebijakan tersebut juga mencatat, untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat di sekitar perkebunan operasional perusahaan, dalam upaya pencegahan penyebaran dan mengatasi dampak sosial ekonomi dari wabah Covid19.
Gubernur Isran Noor, dalam surat tersebut juga menyampaika terimakasih dan penghargaan kepada seluruh pelaku perkebunan kelapa sawit yang telah sejak awal proaktif dan konsisten dalam menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid19 di lingkungan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
“Demikian pula terhadap upaya yang telah dilakukan pelaku usaha dalam membantu masyarakat sekitar perusahaan dalam pencegahan dan mengatasi dampak wabah Covid19,” catat Surat tersebut.
Seperti diberitakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kota Subulussalam dalam sebulan terakhir ini terus menunjukan penurunan yang signifikan alias makin melorot. Terkini, Kamis (30/4/2020) harga TBS di Kota Subulussalam bertengger pada level Rp 1.160-Rp 1.230 per kilogram di tingkat pabrik.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam Subangun Berutu, kepada Serambinews.com, mengatakan anjloknya harga komoditas andalan masyarakat di Kota Sada Kata itu akibat wabah virus corona. Dikarakan, pandemi virus corona (Covid-19) terus memukul sejumlah sektor usaha, termasuk kelapa sawit di daerah ini.
• Beda Usia 21 Tahun saat Menikah, Kini Baby Margaretha Jalani Ramadhan Bareng Suami dan Putra Bulenya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ketua-asosiasi-petani-kelapa-sawit-indonesia-apkasindo-subulussalam.jpg)