Breaking News:

Berita Abdya

Dugaan Korupsi Dana Desa Blang Makmur oleh Keuchik yang Sempat Menghilang Dilimpah ke Kejari Abdya

Kini kasus dugaan korupsi dana desa Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Abdya ini sudah dilimpahkan dari penyidik Satreskrim Polres Abdya

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/RAHMAT SAPUTRA
Kasat Reskirim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi ST, menggelar konferensi pers pelimpahan kasus dugaan korupsi dana desa gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Senin (4/5/2020) di ruang kerjanya. 

Kini kasus dugaan korupsi dana desa Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Abdya ini sudah dilimpahkan dari penyidik Satreskrim Polres Abdya ke Kejari Abdya.

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Masih ingat kasus Muhammad Aris (48) yang sempat menghilang hampir tujuh bulan, bahkan ia dikira tenggelam saat memancing, padahal ia menghilang karena tak sanggu mempertanggungjawabkan dana desa yang dipimpinnya.  

Kini kasus dugaan korupsi dana desa Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, Abdya ini sudah dilimpahkan dari penyidik Satreskrim Polres Abdya ke Kejari Abdya

Selain Muhammad Aris yang saat kasus pada 2018 itu menjabat keuchik gampong tersebut, satu tersangka lainnya dalam perkara ini, yaitu Rusli Yahya (48) yang ketika itu menjabat bendahara gampong ini. 

Keduanya dianggap terlibat dalam korupsi dana desa Blang Makmur, Abdya ini Rp 445,6 juta. 

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Erjan Dasmi STP, menyampaikan soal pelimpahan kasus ini saat konferensi pers di ruang kerjanya, Senin (4/5/2020).

Menguatkan Ibadah; Menghilangkan Wabah  

Menurutnya, pelimpahan tersangka dan berkas perkara ini setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Abdya menyatakan lengkap alias P-21. 

"Hari ini, berkas barang bukti beserta dokumen dugaan korupsi dana desa Blang Makmur resmi kita limpahkan ke Kejari," kata Kasat Reskrim Polres Abdya, AKP Erjan Dasmi STP. 

Ia menyebutkan, Keuchik dan Bendahara Gampong Blang Makmur itu, hingga saat ini tidak bisa mempertanggung jawabkan anggaran sebesar Rp 445,6 juta, sesuai hasil audit inspektorat setempat.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved