Minggu, 19 April 2026

Luar Negeri

Korban Corona Harian di Saudi Terus Meningkat, Plasma Darah Masih Diteliti

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (4/5/2020) malam mengumumkan jumlah korban harian terinfeksi virus Corona yang tampaknya terus meni

Editor: M Nur Pakar
AFP/FAYEZ NURELDINE
Petugas keamanan memeriksa suhu tubuh seorang pria sebelum berbelanja di supermarket di Riyadh, Arab Saudi, Senin (4/5/2020). 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (4/5/2020) malam mengumumkan jumlah korban harian terinfeksi virus Corona yang tampaknya terus meningkat.

Dalam laporan Kemenkes, jumlah warga yang terinfeksi COVID-19 bertambah 1.645 kasus dengan jumlah kematian tujuh orang di Mekkah dan Jeddah.

Pada Minggu (3/5/2020), Kemenkes Kerajaan mengumumkan 1.552 orang terinfeksi COVID-19 dan delapan orang meninggal.

Untuk jumlah total kematian di Kerajaan Arab Saudi menjadi 191 orang.

Kementerian mengatakan telah mencatat 1.645 kasus baru, sehingga total kasus 28.656 orang.

Tetapi, juga ada perkembangan baru, sebanyak 342 pasien Corona sembuh, sehingga jumlah total kasus yang sembuh menjadi 4.476 orang.

Kementerian mengatakan 19 persen dari kasus baru adalah warga negara Saudi, dan 81 persen dari orang asing.

Juru bicara itu juga mengatakan bahwa 93 persen dari kasus baru adalah orang dewasa, 4 persen adalah anak-anak dan 3 persen adalah orang tua, seperti dilansir ArabNews, Senin (4/5/2020).

Saudi Ubah Opsi, Migas Dijauhkan, Investasi Asing Diburu

Wanita Pimpin Arsitektur dan Desain Saudi,  Ini Profilnya

1.552 Kasus Baru Lagi di Saudi, Warga dari Luar Negeri Langsung Dikarantina

Paket pembekuan teknisi laboratorium terhadap plasma darah yang disumbangkan oleh pasien COVID-19 yang sembuh untuk pengiriman ke rumah sakit lokal di Inova Blood Services, Dulles, Virginia, AS pada 22 April 2020 .
Paket pembekuan teknisi laboratorium terhadap plasma darah yang disumbangkan oleh pasien COVID-19 yang sembuh untuk pengiriman ke rumah sakit lokal di Inova Blood Services, Dulles, Virginia, AS pada 22 April 2020 . (AFP/File)

Sementara, sejumlah pusat kesehatan dan penelitian Saudi telah meluncurkan penelitian untuk menguji pilihan terapi untuk mengobati penyakit coronavirus (COVID-19) dengan menggunakan plasma darah dari pasien yang pulih.

Sementara, penelitian untuk menguji efektivitas plasma darah dalam mengobati kasus penyakit virus Corona masih dilaksanakan.

Pengujian melalui komponen darah dari mereka yang memenuhi syarat dan mengajukan diri untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.

Plasma darah memainkan peran penting dalam pengobatan masalah kesehatan yang serius, karena mengandung antibodi yang membantu tubuh manusia kebal terhadap penyakit.

Studi serupa sedang dilakukan secara global ketika dunia berlomba menemukan obat dan perawatan COVID-19, yang telah menginfeksi lebih dari 3,5 juta dan menyebabkan lebih dari 248.000 kematian di seluruh dunia.

Hani Al-Hashmi, Direktur Pusat Onkologi di Rumah Sakit Spesialis King Fahd di Dammam, mengatakan kepada Arab News penelitian ini untuk mencapai solusi terapeutik berdasarkan studi medis yang solid.

Al-Hashmi menambahkan penelitian ini telah disetujui oleh Departemen Kesehatan (Depkes) dan Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi (SFDA) sejak dua minggu yang lalu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved