Luar Negeri
Korban Corona Harian di Saudi Terus Meningkat, Plasma Darah Masih Diteliti
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (4/5/2020) malam mengumumkan jumlah korban harian terinfeksi virus Corona yang tampaknya terus meni
SERAMBINEWS.COM, RIYADH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi, Senin (4/5/2020) malam mengumumkan jumlah korban harian terinfeksi virus Corona yang tampaknya terus meningkat.
Dalam laporan Kemenkes, jumlah warga yang terinfeksi COVID-19 bertambah 1.645 kasus dengan jumlah kematian tujuh orang di Mekkah dan Jeddah.
Pada Minggu (3/5/2020), Kemenkes Kerajaan mengumumkan 1.552 orang terinfeksi COVID-19 dan delapan orang meninggal.
Untuk jumlah total kematian di Kerajaan Arab Saudi menjadi 191 orang.
Kementerian mengatakan telah mencatat 1.645 kasus baru, sehingga total kasus 28.656 orang.
Tetapi, juga ada perkembangan baru, sebanyak 342 pasien Corona sembuh, sehingga jumlah total kasus yang sembuh menjadi 4.476 orang.
Kementerian mengatakan 19 persen dari kasus baru adalah warga negara Saudi, dan 81 persen dari orang asing.
Juru bicara itu juga mengatakan bahwa 93 persen dari kasus baru adalah orang dewasa, 4 persen adalah anak-anak dan 3 persen adalah orang tua, seperti dilansir ArabNews, Senin (4/5/2020).
• Saudi Ubah Opsi, Migas Dijauhkan, Investasi Asing Diburu
• Wanita Pimpin Arsitektur dan Desain Saudi, Ini Profilnya
• 1.552 Kasus Baru Lagi di Saudi, Warga dari Luar Negeri Langsung Dikarantina
Sementara, sejumlah pusat kesehatan dan penelitian Saudi telah meluncurkan penelitian untuk menguji pilihan terapi untuk mengobati penyakit coronavirus (COVID-19) dengan menggunakan plasma darah dari pasien yang pulih.
Sementara, penelitian untuk menguji efektivitas plasma darah dalam mengobati kasus penyakit virus Corona masih dilaksanakan.
Pengujian melalui komponen darah dari mereka yang memenuhi syarat dan mengajukan diri untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.
Plasma darah memainkan peran penting dalam pengobatan masalah kesehatan yang serius, karena mengandung antibodi yang membantu tubuh manusia kebal terhadap penyakit.
Studi serupa sedang dilakukan secara global ketika dunia berlomba menemukan obat dan perawatan COVID-19, yang telah menginfeksi lebih dari 3,5 juta dan menyebabkan lebih dari 248.000 kematian di seluruh dunia.
Hani Al-Hashmi, Direktur Pusat Onkologi di Rumah Sakit Spesialis King Fahd di Dammam, mengatakan kepada Arab News penelitian ini untuk mencapai solusi terapeutik berdasarkan studi medis yang solid.
Al-Hashmi menambahkan penelitian ini telah disetujui oleh Departemen Kesehatan (Depkes) dan Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi (SFDA) sejak dua minggu yang lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemeriksaan-subu-tubuh-warga-saudi.jpg)