Breaking News:

Kupi Beungoh

7 Peristiwa Besar di Bulan Ramadhan, dari Perang Badar Hingga Kemerdekaan Indonesia

Tentunya masih banyak peristiwa lainnya dialami oleh umat Islam sepanjang peradaban yang sudah berlangsung selama 14 abad lamanya.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Mulyadi Nurdin, Direktur Intermedia Research Indonesia/Sekretaris LP2M IAIN Langsa 

Dinamakan Perang Khandaq karena adanya penggalian parit untuk mengecoh musuh.

Ini merupakan taktik baru yang belum pernah dipraktekkan kaum Muslimin dalam berperang.

Sementara penamaan pertempuran Al-Ahzab atau Konfederasi karena pengepungan Madinah ini dipelopori oleh pasukan gabungan antara kaum kafir Quraisy Makkah dengan Yahudi Bani Nadir (Al-Ahzaab).

Perang yang terjadi pada tahun 5 Hijriah ini melibatkan 3.000 pasukan Muslim melawan 10.000 pasukan musuh dari Bani Quraisy, Bani Nadir, Bani Sulaym, dan Bani Murra.

Pengepungan Madinah berlangsung selama 27 hari dengan kemenangan di pihak Muslim.

Versi lain menyebut pengepungan berlangsung 20 hari dan ada juga yang menyebut 24 hari.

Meski disebut perang, tapi nyaris tak ada kontak fisik antara kaum Muslimin dan pasukan kaum kafir.

Kontak fisik hanya terjadi saat kaum Musyrik berupaya menyeberangi parit, namun berhasil dicegah oleh kaum Muslim.

Ali bin Abi Thalib dan Az-Zubair masing-masing membunuh seorang musuh, sedangkan tiga orang lainnya kabur.

Tidak adanya kontak fisik dalam perang ini karena taktik menggali parit yang diusulkan oleh Salman Al-Farisy, Sahabat Nabi Muhammad dari Persia.

Setelah mengkaji taktik tersebut, Rasulullah segera memerintahkan pasukannya untuk menggali parit, hanya dalam waktu enam hari sebelum musuh tiba.

Berkat taktik parit besar yang digali, pihak musuh menjadi kesulitan untuk menyerang kaum muslim.

Setelah terjadi pengepungan selama satu bulan penuh Nuaim bin Masud al-Asyjai yang telah memeluk Islam tanpa sepengetahuan pasukan gabungan dengan keahliannya memecah belah pasukan gabungan.

Lalu Allah S.W.T mengirimkan angin yang memporakporandakan kemah pasukan gabungan, memecahkan periuk-periuk mereka, dan memadamkan api mereka.

Hingga akhirnya pasukan gabungan kembali ke rumah mereka dengan kegagalan menaklukan kota Madinah.

Upaya konfederasi untuk mengalahkan kaum Muslim gagal, dan kekuatan Islam menjadi berpengaruh di wilayah tersebut.

Akibatnya, tentara Muslim mengepung sekitar Banu Qurayza, yang mengarah ke penyerahan tanpa syarat mereka.

Kekalahan itu menyebabkan Mekkah kehilangan perdagangan mereka dan sebagian besar adalah kehormatan harga diri mereka.

Sejarah mencatat perang Khandaq ini diwarnai dengan pengkhianatan kaum Yahudi Bani Quraizhah atas kesepakatan untuk mempertahankan Kota Madinah.

Segera setelah pengepungan Madinah berakhir, kaum Muslimin mengadili Yahudi Bani Quraizhah atas pengkhianatan mereka.

Kisah pengkhiatan Yahudi Bani Quraizhah ini diabadikan dalam Alquran Surat Al-Ahzab ayat 10.

“Ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka yang bukan-bukan terhadap Allah.”

5 Potret Sederhana Interior Rumah Nabi Muhammad SAW, Buat Sahabat Menangis

Sejarah Masjid Huaisheng, Masjid Tertua di China yang Dibangun oleh sahabat Nabi Muhammad SAW

3. Perang Tabuk

Perang Tabuk adalah peperangan terakhir yang diikuti langsung oleh Rasulullah SAW.

Perang Tabuk ini sebenarnya dimulai pada bulan Rajab tahun 9 Hijriyah.

Namun, peristiwa ini juga layak dikenang sebagai peristiwa penting pada Bulan Ramadhan, karena Rasulullah bersama pasukan muslim kembali dari Tabuk pada 26 Ramadhan, dengan memperoleh sejumlah kesuksesan.

Seperti juga Perang Khandaq, sama sekali tidak ada kontak fisik dalam Perang Tabuk ini.

Karena pasukan muslim yang dipimpin Rasulullah tidak menemukan pasukan Bizantium atau Romawi Timur yang disebut-sebut sudah ada di wilayah Tabuk untuk menyerang Madinah dan wilayah Arab lainnya.

Pasukan Muslim yang berjumlah 30 ribu orang berada di Tabuk selama 10 hari.

Karena tidak menemukan musuh, Rasulullah memanfaatkan ekspedisi ini untuk mengunjungi kabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk.

Hasilnya, banyak kabilah Arab yang sejak itu tidak lagi mematuhi Kekaisaran Bizantium, dan berpihak kepada Rasulullah dan umat Islam.

Saat hendak pulang dari Tabuk, rombongan Rasulullah didatangi oleh para pendeta Kristen di Lembah Sinai.

Rasulullah berdiskusi dengan mereka, dan terjadi perjanjian yang mirip dengan Piagam Madinah bagi kaum Yahudi.

Piagam ini berisi perdamaian antara umat Islam dan umat Kristen di daerah tersebut.

Rasulullah dan pasukan Muslimin akhirnya kembali ke Madinah setelah 30 hari meninggalkannya.

Umat Islam maupun Kekaisaran Bizantium tidak menderita korban sama sekali dari peristiwa ini, karena pertempuran tidak pernah terjadi

Kisah Abu Ubaidah Bin Jarrah, Sahabat Nabi Pilih Syahid karena Wabah Demi Keselamatan Rakyat Syam

Kisah Abu Ubaidah Bin Jarrah, Sahabat Nabi Pilih Syahid karena Wabah Demi Keselamatan Rakyat Syam

4. Fathu Makkah (Pembebasan Kota Makkah)

Penaklukan Kota Mekkah (Fathu Makkah) merupakan puncak kejayaan dakwah pada masa Rasulullah SAW.

Peristiwa ini menandai kepulangan kali pertama Nabi Muhammad SAW beserta umat Islam Mekkah yang telah hijrah meninggalkan kota tersebut selama 10 tahun dalam rangka menyelamatkan iman mereka.

Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah (630 Masehi).

Saat itu Nabi Muhammad SAW beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, kemudian menguasai Mekkah secara total tanpa adanya pertumpahan darah sedikitpun.

Dalam peristiwa ini kaum muslimen menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka'bah.

5. Penaklukkan Andalusia (Spanyol)

Andalus merupakan nama untuk bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal).

Pada tanggal 28 Ramadan tahun 92 Hijrah/ 711 Masehi, umat Islam di bawah komando Tariq bin Ziyad menaklukkan kota di benua Eropa tersebut.

Tariq bin Ziyad dan pasukan muslim menyeberangi laut (selat Gibraltar) yang memisahkan benua Afrika dan Eropa dengan berbagai armada angkatan laut.

Setelah sampai di daratan Eropa, Tariq membakar kapal-kapal kaum muslimin, agar tak ada yang berpikir untuk mundur dari pertempuran atau kembali ke daerah asal. Andalus (Andalusia) akhirnya jatuh ke tangan mereka.

Selanjutnya umat Islam menguasai wilayah tersebut dari tahun 711 M sampai 1492 Masehi. 

Jejak Islam di Andalusia

Ibnu Rusyd, Si Jenius dari Andalusia

6. Mengalahkan Pasukan Mongol

Mongol merupakan kekuatan terbesar yang menjadi ancaman jelang akhir kekuasaan Dinasti Abbasiyah.

Bangsa tersebut melakukan berbagai penaklukan tak terbendung yang diperkirakan mencapai 33 juta kilometer persegi.

Pada 15 Ramadhan tahun 658 Hijriah (1260 Masehi) umat Islam berhasil memukul mundur tentara Mongol yang hendak menguasai Mesir.

Pasukan muslim yang tangguh tersebut berada di bawah kepemimpinan Sultan Qutuz dari Dinasti Mamluk di Mesir.

Sebelumnya pada tahun 1258 M, Dinasti Abbasiyah runtuh setelah mendapatkan serangan dari Pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan.

Dalam penaklukan itu, mereka membunuh lebih 1 juta rakyat.

Wilayah Kekuasaan Mongol menjangkau hingga ke moskow dan kiev.

Dalam serangan Mongol tersebut, banyak umat Islam terbunuh dan banyak buku karangan sarjana Islam dibuang ke dalam Sungai Efrat dan Dajlah sehingga airnya menjadi hitam karena tinta.

Kisah Baybars, Pejuang Muslim Bermata Biru dengan Pedang Berbilah Lebar yang Kalahkan Mongol

‘Mongolianisme’ dan Punahnya Peradaban

7. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Bulan Ramadhan juga membawa berkah kepada bangsa Indonesia.

Bertepatan dengan 17 Agustus 1945 atau 9 Ramadhan 1364 Hijriah, bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya setelah berabad-abad dijajah oleh berbagai bangsa, seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Jepang.

Proklamasi Kemerdekan itu menjadi awal dari era baru kehidupan bangsa Indonesia untuk hidup bebas, merdeka, berdaulat dalam mengurus diri sendiri.

Demikian sebagian dari peristiwa besar dan penting yang dicatat terjadi dalam bulan Ramadhan.

Tentunya masih banyak peristiwa lainnya dialami oleh umat Islam sepanjang peradaban yang sudah berlangsung selama 14 abad lamanya.

Ini juga menjadi motivasi bagi kita supaya menjadikan Ramadhan sebagai bulan kesuksesan dan prestasi, apalagi di saat dunia sedang menghadapi pandemi CoronaVirus (Covid-19).

Seluruh penduduk bumi harus tetap di rumah (Stay at Home), kerja dari rumah (Work From Home), serta belajar di rumah (Study at Home).

Semua itu hendaknya tidak menghalangi kita untuk menggores prestasi, kreatifitas, kesuksesan, dan sejarah bagi peradaban manusia.

*) PENULIS adalah Direktur Intermedia Research Indonesia/Sekretaris LP2M IAIN Langsa

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved