Posko Perbatasan

Pemerintah Aceh Didesak Dirikan Posko di Perbatasan Aceh Tamiang

Keberadaan posko ini cukup penting karena menyangkut kepentingan Aceh.

SERAMBINEWS/Dok DPRA
Anggota Komisi V DPRA saat meninjau Posko Check Point di Terminal Kualasimpang, Aceh Tamiang, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Aceh didesak mendirikan posko permanen di perbatasan Aceh Tamiang - Sumatera Utara. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Komisi V DPRA mendesak Pemerintah Aceh mendirikan pokso di pintu perbatasan Aceh Tamiang dengan Sumatera Utara.

Keberadaan posko ini cukup penting karena menyangkut kepentingan Aceh.

Desakan ini mencuat usai Komisi V DPRA melakukan kunjungan kerja ke Aceh Tamiang, Minggu (17/5/2020).

Dalam kunjungam ini anggota Komisi V di antaranya, M Rizal Falevi, Iskandar Usman Al Farlaky, Purnama Setia Budi dan Nora Idah Nita melihat langsung kondisi Posko Check Point di Terminal Kualasimpang, RSUD Aceh Tamiang dan perbatasan di Kampung Seumadam, Kecamatan Kejuruanmuda.

Sekretaris Komisi V DPRA Iskandar Usman Al Farlaky mengatakan kunker ini untuk melihat langsung komitmen Pemerintah Aceh di perbatasan.

Iskandar pun mengaku terkejut setelah melihat langsung di titik perbatasan sama sekali tidak ada posko pemeriksaan, sehingga akses masuk ke Aceh tidak terpantau dengan maksimal.

Padahal menurutnya setiap rapat dengan eksekutif, pihaknya selalu mendesak Pemerintah Aceh mendirikan posko.

Belum lagi permintaan Bupati Aceh Tamiang untuk mendirikan posko ini disampaikan berulang-ulang.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sudah sangat bagus sekali menyediakan posko Covid-19 di terminal. Sebenarnya itukan untuk otoritas dan beban kerja sebagai bupati, tapi sudah cukup membantu pengawasan transportati ke Banda Aceh,” kata Iskandar.

Halaman
12
Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved