Breaking News:

Ramadhan 1441 H

Zakat Fitrah Lebih Baik Pakai Beras atau dengan Uang ? Berikut Penjelasan Dalilnya

Namun masih banyak munculnya perdebatan mengenai lebih baik menggunakan beras atau uang.

Editor: Nur Nihayati
Kolase TribunStyle
Ilustrasi 

Abu Daud mengatakan, “Imam Ahmad ditanya tentang pembayaran zakat mengunakan dirham. Beliau menjawab, “Aku khawatir zakatnya tidak diterima karena menyelisihi sunah Rasulullah.” (Masail Abdullah bin Imam Ahmad; dinukil dalam Al-Mughni, 2:671)

Dari Abu Thalib, bahwasanya Imam Ahmad kepadaku, “Tidak boleh memberikan zakat fitri dengan nilai mata uang.” Kemudian ada orang yang berkomentar kepada Imam Ahmad, “Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Umar bin Abdul Aziz membayar zakat menggunakan mata uang.” Imam Ahmad marah dengan mengatakan, “Mereka meninggalkan hadis Nabi dan berpendapat dengan perkataan Fulan. Padahal Abdullah bin Umar mengatakan, ‘Rasulullah mewajibkan zakat fitri satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.’ Allah juga berfirman, ‘Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul.’ Ada beberapa orang yang menolak sunah dan mengatakan, ‘Fulan ini berkata demikian, Fulan itu berkata demikian.” (Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 2:671)

Zahir mazhab Imam Ahmad, beliau berpendapat bahwa pembayaran zakat fitri dengan nilai mata uang itu tidak sah.

Adapun alasan para ulama melarang membayar zakat fitrah menggunakan uang, bahwa setiap harta yang dimiliki manusia merupakan harta Allah.

Manusia hanyalah mewakili dan tidak berhak bertindak di luar batasan yang diperintahkan.

Allah memerintah umatnya untuk memberikan makanan kepada fakir miskin, namun sebagai wakil justru memberikan selain makanan.

Maka sikap tersebut termasuk bentuk pelanggaran yang layak mendapatkan hukuman.

Dalam masalah ibadah, termasuk zakat selayaknya menuruti peraturan yang diperintahkan Allah.

Sehingga menurut mereka, membayar zakat fitrah dengan uang berarti menyelisihi ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Ibadah yang ditunaikan tanpa sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasulnya adalah ibadah yang tertolak.

Di zaman Rasulullah SAW telah ada dinar dan dirham, namun beliau tidak pernah menggunakan mata uang tersebut untuk membayar zakat fitrah.

Beliau juga tidak memerintahkan atau mengajarkan para sahabat untuk membayar zakat fitrah dengan uang.

Sehingga dalam hal ini menunjukkan bawha tidak bolehnya membayar zakat fitrah dengan menggunakan mata uang.

Mata uang untuk pembayaran zakat fitri tidak pernah dijelaskan oleh Allah dan Rasulnya.

Dari kedua pendapat diatas, umat Muslim bisa memilih mengikuti penjelasan yang mana.

Hal tersebut kembali kepada seorang muslim bagaimana menyikapi pendapat tersebut. Baik menganggap diperbolehkan atau dimakruhkan, hal tersebut tergantung bagaimana mengambil keputusan yang bijak.

Namun, perlu diingat juga bahwa Islam merupakan agama yang tidak mempersulit umatnya.

Begitupun Allah Ta'ala yang menghendaki kemudahan dan tidak menghendaki kesukaran bagi umatnya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Bacaan Doa & Zikir Menggapai Malam Lailatul Qadar, Keutamaan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan.

Berikut Amalan Tetap Bisa Dilakukan Wanita yang Sedang Haid Saat Ramadhan Agar Tetap Mendapat Pahala

Kritikus Sastra Sebut Puisi LK Ara, Ironi di Bulan Suci, Perseteruan Bupati dan Wakil Bupati

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Bayar Zakat Fitrah Lebih Baik Pakai Beras atau Pakai Uang ? Berikut Penjelasan Dalilnya, 

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved