Breaking News:

Opini

Aquaculture Solusi Krisis Pangan  

Sudah lebih dari 5 bulan Covid-19 muncul dan menginfeksi lebih dari 4 juta orang di seluruh dunia, tidak hanya menyebabkan

Aquaculture Solusi Krisis Pangan   
IST
Dedi Fazriansyah Putra, Akademisi Perikanan Budidaya FKP Unsyiah, Anggota MAI (Masyarakat Akuakultur Indonesia) Unsyiah

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kolam terpal ini adalah pengecekan terpal terlebih dahulu dengan diisi air untuk mendeteksi adanya kebocoran. Saluran pembuangan juga bagus dibuat untuk mengurangi energi menguras air. Persiapan pakan alami dengan pemupukan juga sebaiknya dilakukan karena wadah terpal tidak memiliki unsur nutrient alami sebagaimana kolam tanah. Pemberian pakan ikan tergantung dari jenis ikan, ukuran dan kebutuhan ikan dengan frekuensi 2-3 kali sehari.

Para pembudidaya ikan sebaiknya memperhatikan ikan setiap harinya karena akan ada ikan yang mengalami pertumbuhan pesat dan pertumbuhan lambat, keduanya harus disortir dan dipisahkan. Hal tersebut terjadi kemungkinan karena adanya persaingan makanan antara ikan dan dipisahkan untuk menghindari kanibalisme dan ketimpangan ukuran. Saat panen, penentuan panen sebagian atau panen total ditentukan berdasarkan bobot ikan maupun kebutuhan pasar akan jenis ikan yang dibudidayakan.

Penerapan teknologi bioflok juga menarik bagi pembudidaya ikan yang haus akan inovasi. Bioflok adalah gumpalan-gumpalan kecil yang tersusun dari sekelompok mikroorganisme (bakteri) hidup yang melayang-layang di dalam air. Bioflok ini memiliki beberapa keuntungan, di antaranya adalah mendaur ulang kotoran/sisa pakan menjadi pakan bernutrisi tinggi, tidak perlu (sedikit) ganti air sehingga hemat biaya, menstabilkan pH dan lebih ramah lingkungan. Adapun kekurangan dari teknologi ini adalah membutuhkan komponen aerasi yang cukup banyak untuk suplai oksigen dan kebutuhan listrik yang tinggi karena aerasi yang harus selalu hidup.           

b. Teknologi akuaponik (integrasi budidaya ikan dan sayuran). Selain memproduksi single produk ikan, family aquaculture juga dapat mengintegrasikan teknik budidaya ikan dan tanaman. Umumnya tanaman yang diintegrasikan adalah jenis sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, dan lainnya. Sistem akuaponik terdiri dari bagian hidroponik, dimana tanaman tumbuh dan bagian akuakultur dimana ikan dipelihara. Hubungannya adalah simbiosis atau saling menguntungkan. Sisa kotoran ikan dan sisa pakan yang berakumulasi berlebihan dapat bersifat racun bagi ikan. Namun dalam teknologi ini sisa pakan tersebut dialirkan ke tumbuhan sehingga menjadi nutrisi. Di sisi lain, tumbuhan juga berfungsi sebagai filter air sehingga air yang tersaring dapat kembali digunakan untuk budidaya ikan.   

c. Budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Teknik budiddamber ini adalah turunan dari teknologi akuaponik. Prinsipnya adalah memelihara ikan sekaligus tanaman dalam ember. Ember yang digunakan biasanya berukuran 80-100 liter. Ukuran wadah ember ini dapat digunakan untuk menebar 80-100 ekor benih ikan lele. Sedangkan wadah media tanam (pot) yang digunakan biasanya gelas minuman plastik yang diikat dengan kawat di mulut ember.

Jenis tanaman yang digunakan bisa kangkung, pakcoy dengan media tanam arang ataupun batu apung. Yang harus diperhatikan dalam sistem ini adalah sebagian pot/gelas plastik harus terendam dengan air sehingga tanaman mendapatkan nutrisi dari media air budidaya ikan tersebut. Pemanenan sayuran maupun ikan dapat dilakukan sekitar 2-4 bulan dari waktu tebar.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 dapat mengubah orientasi kehidupan masyarakat dunia. Perubahan trend dan orientasi turut berperan penting terhadap strategi pemenuhan kebutuhan pokok manusia itu sendiri. Pola konsumtif sudah saatnya ditinggalkan menjadi produktif dalam memenuhi kebutuhan pangan manusia.

Kesadaran akan kemandirian pangan di level keluarga harus menjadi pertimbangan penting untuk mewujudkan kemandirian pangan suatu negara.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved