Luar Negeri
Yaman Diambang Kelaparan: “Maaf, Makanan Anda Harus Dibagi Dua”
Yaman, negeri termiskin di jazirah Arab yang kaya raya diambang kelaparan. Konflik berkepanjangan telah membuat rakyatnya jatuh miskiN
Bantuan itu untuk periode Juni hingga Desember 2020.
Grande meminta Houthi lebih transparan, dan berharap ini akan mendorong negara donor untuk memberikan bantuan.
Optimismenya, bagaimanapun, datang ketika Houthi menghadapi kritik keras karena menyembunyikan informasi tentang jumlah kasus COVID-19 dan kematian.
Konferensi Selasa (2/6/2020) akan diselenggarakan bersama untuk pertama kali oleh Arab Saudi.
Kerajaan memimpim koalisi menumpas kelompok Houthi dengan pemboman sejak 2015.
Para kritikus mempertanyakan peran penting Saudi dalam menggalang dukungan kemanusiaan.
Bahkan ketika mereka terus berperang, seperti halnya Houthi yang telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Maysaa Shuja al-Deen, seorang peneliti Yaman dan non-residen di Pusat Studi Strategis Sana'a, mengatakan kerajaan sedang berusaha memperbaiki citra internasionalnya.
“Arab Saudi selalu berusaha mengubah narasi perang dan menampilkan dirinya sebagai pendukung pemerintah yang sah, bukan bagian dari konflik," katanya.
Dalam beberapa tahun terakh ini , kerajaan telah menjadi salah satu pendonor utama untuk operasi bantuan kemanusiaan PBB di Yaman.
Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohammed al-Jaber, mengatakan kerajaan akan mengalokasikan setengah miliar dolar tahun ini untuk mendukung program-program PBB.
Bahkan, termasuk 25 juta dolar AS untuk rencana tanggapan dampak COVID-19.
PBB sendiri juga telah menyelidiki dugaan korupsi dan pengalihan bantuan di Yaman dalam jajarannya sendiri.
Laporan menunjukkan virus Corona menyebar pada tingkat yang mengkhawatirkan di seluruh negeri.
Di antara program yang dipotong adalah dukungan keuangan kepada ribuan petugas kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perang-di-yaman-selatan-stc-dengan-arab-saudi.jpg)