Luar Negeri
Yaman Diambang Kelaparan: “Maaf, Makanan Anda Harus Dibagi Dua”
Yaman, negeri termiskin di jazirah Arab yang kaya raya diambang kelaparan. Konflik berkepanjangan telah membuat rakyatnya jatuh miskiN
Padahal, mereka belum menerima gaji dari pemerintah selama hampir tiga tahun.
Grande mengatakan hanya seminggu sebelum kasus virus Corona pertama diumumkan di Yaman, lembaga bantuan harus berhenti membayar pekerja kesehatan.
PBB menerima sekitar 3,6 miliar dolar AS pada tahun 2019 dalam bentuk sumbangan internasional.
Tetapi, masih kurang 4,2 miliar dolar AS.
Untuk rencana 2020, sejauh ini hanya menerima 15% dari 3,5 miliar dolar AS yang dibutuhkan.
Yaman telah terperangkap dalam perang yang melelahkan sejak 2014 ketika pemberontak Houthi mengambil alih Sanaa.
Bahkan, memaksa presiden yang diakui secara internasional untuk melarikan diri.
Pada 2015, koalisi pimpinan Saudi yang didukung AS memulai kampanye udara untuk mengusir Houthi sembari memberlakukan embargo darat, laut, dan udara di Yaman.
Perang udara dan pertempuran di darat telah menewaskan lebih dari 100.000 orang.
Menutup atau menghancurkan setengah dari fasilitas kesehatan Yaman.
Mengusir 4 juta warga Yaman dari rumah mereka.
Epidemi kolera dan gizi buruk di kalangan anak-anak telah menyebabkan ribuan kematian tambahan.
Ketika perang memasuki tahun ke enam, tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata yang baik, penderitaan terus berlanjut.
Pertempuran juga terus berlanjut di beberapa garis depan di Yaman, termasuk di Marib, provinsi timur yang kaya minyak, mengancam gelombang pemindahan baru.
Program bantuan besar-besaran PBB, senilai 8,35 miliar dolar AS sejak 2015, sangat penting untuk menjaga banyak warga Yaman tetap hidup.
Sepuluh juta orang berada di ambang kelaparan dan 80% dari 30 juta penduduk membutuhkan bantuan, menurut PBB
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/perang-di-yaman-selatan-stc-dengan-arab-saudi.jpg)