Luar Negeri

Yaman Diambang Kelaparan: “Maaf, Makanan Anda Harus Dibagi Dua”

Yaman, negeri termiskin di jazirah Arab yang kaya raya diambang kelaparan. Konflik berkepanjangan telah membuat rakyatnya jatuh miskiN

Nabil HASAN / AFP
Pejuang Dewan Transisi Selatan (STC) beristirahat di tengah-tengah pertempuran dengan pasukan dukungan Arab Saudi di Zinjibar, Provinsi Abyan, Yaman pada 23 Mei 2020. 

Para kritikus mempertanyakan peran penting Saudi dalam menggalang dukungan kemanusiaan.

Bahkan ketika mereka terus berperang, seperti halnya Houthi yang telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Maysaa Shuja al-Deen, seorang peneliti Yaman dan non-residen di Pusat Studi Strategis Sana'a, mengatakan kerajaan sedang berusaha memperbaiki citra internasionalnya.

“Arab Saudi selalu berusaha mengubah narasi perang dan menampilkan dirinya sebagai pendukung pemerintah yang sah, bukan bagian dari konflik," katanya.

Dalam beberapa tahun terakh ini , kerajaan telah menjadi salah satu pendonor utama untuk operasi bantuan kemanusiaan PBB di Yaman.

Duta Besar Saudi untuk Yaman, Mohammed al-Jaber, mengatakan kerajaan akan mengalokasikan setengah miliar dolar tahun ini untuk mendukung program-program PBB.

Bahkan, termasuk 25 juta dolar AS untuk rencana tanggapan dampak COVID-19.

PBB sendiri juga telah menyelidiki dugaan korupsi dan pengalihan bantuan di Yaman dalam jajarannya sendiri.

Laporan menunjukkan virus Corona menyebar pada tingkat yang mengkhawatirkan di seluruh negeri.

Di antara program yang dipotong adalah dukungan keuangan kepada ribuan petugas kesehatan.

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved