Breaking News:

Luar Negeri

Yaman Diambang Kelaparan: “Maaf, Makanan Anda Harus Dibagi Dua”

Yaman, negeri termiskin di jazirah Arab yang kaya raya diambang kelaparan. Konflik berkepanjangan telah membuat rakyatnya jatuh miskiN

Nabil HASAN / AFP
Pejuang Dewan Transisi Selatan (STC) beristirahat di tengah-tengah pertempuran dengan pasukan dukungan Arab Saudi di Zinjibar, Provinsi Abyan, Yaman pada 23 Mei 2020. 

Padahal, mereka belum menerima gaji dari pemerintah selama hampir tiga tahun.

Grande mengatakan hanya seminggu sebelum kasus virus Corona pertama diumumkan di Yaman, lembaga bantuan harus berhenti membayar pekerja kesehatan.

PBB menerima sekitar 3,6 miliar dolar AS pada tahun 2019 dalam bentuk sumbangan internasional.

Tetapi, masih kurang 4,2 miliar dolar AS.

Untuk rencana 2020, sejauh ini hanya menerima 15% dari 3,5 miliar dolar AS yang dibutuhkan.

Yaman telah terperangkap dalam perang yang melelahkan sejak 2014 ketika pemberontak Houthi mengambil alih Sanaa.
Bahkan, memaksa presiden yang diakui secara internasional untuk melarikan diri.

Pada 2015, koalisi pimpinan Saudi yang didukung AS memulai kampanye udara untuk mengusir Houthi sembari memberlakukan embargo darat, laut, dan udara di Yaman.

Perang udara dan pertempuran di darat telah menewaskan lebih dari 100.000 orang.

Pasukan keamanan dilengkapi alat pelindung diri menyemprotkan cairan disinfektan ke seorang pria dan pengendara sepeda motor untuk mencegah penyebaran virus Corona di Ibu Kota Sanaa, Yaman pada 23 Mei 2020.
Pasukan keamanan dilengkapi alat pelindung diri menyemprotkan cairan disinfektan ke seorang pria dan pengendara sepeda motor untuk mencegah penyebaran virus Corona di Ibu Kota Sanaa, Yaman pada 23 Mei 2020. (AFP/HUWAIS)

Menutup atau menghancurkan setengah dari fasilitas kesehatan Yaman.

Mengusir 4 juta warga Yaman dari rumah mereka.

Epidemi kolera dan gizi buruk di kalangan anak-anak telah menyebabkan ribuan kematian tambahan.

Ketika perang memasuki tahun ke enam, tanpa ada tanda-tanda gencatan senjata yang baik, penderitaan terus berlanjut.

Pertempuran juga terus berlanjut di beberapa garis depan di Yaman, termasuk di Marib, provinsi timur yang kaya minyak, mengancam gelombang pemindahan baru.

Program bantuan besar-besaran PBB, senilai 8,35 miliar dolar AS sejak 2015, sangat penting untuk menjaga banyak warga Yaman tetap hidup.

Sepuluh juta orang berada di ambang kelaparan dan 80% dari 30 juta penduduk membutuhkan bantuan, menurut PBB

Dengan penyebaran virus Corona dibutuhkan lebih banyak uang.

Sejak April 2020, pihak berwenang di daerah yang dikendalikan oleh pemerintahan yang diakui secara internasional melaporkan 283 kasus, termasuk 85 kematian.

Houthi menyatakan hanya empat kasus, termasuk satu kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan perkiraan terlalu rendah dari wabah dapat menghambat bantuan ke Yaman yang diperlukan untuk mengendalikan virus.

Richard Brennan, Direktur Darurat WHO, mengatakan kepada AP, Senin (16/2020) bahwa dia percaya kematian ada dalam ratusan dan ribuan kasus.

Hal itu berdasarkan apa yang dia dengar dari banyak penyedia layanan kesehatan.

Namun dia mengatakan kurangnya dana berarti program kesehatan tergantung pada seutas tali.

Komite Penyelamatan Internasional, sebuah kelompok bantuan, mengatakan Yaman hanya melakukan 31 tes per satu juta orang, skor terendah di dunia.

Dengan meningkatnya kebutuhan dan dana yang lebih sedikit, badan pengungsi PBB harus menghentikan berbagai bantuan uang tunai.

“Program penampungan untuk 50.000 keluarga terlantar pada Agustus 2019 juga dihentikan,” kata juru bicara Heba Kanso.

Dia mengatakan badan itu akan dipaksa untuk mengakhiri kemitraannya dengan puluhan LSM Yaman dan membebaskan 1.500 staf.

Lembaga bantuan khawatir pendonor akan memberi lebih sedikit karena banyak negara berjuang melawan wabah virus mereka sendiri.

Tetapi mereka memperingatkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia memang bisa menjadi jauh lebih buruk.

"Perhatian dunia dialihkan ke tempat lain dan ini adalah yang paling rentan di antara yang paling rentan di planet ini, dan kami membutuhkan komitmen," kata Brennan.(*)

Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved