Luar Negeri

Yaman Diambang Kelaparan: “Maaf, Makanan Anda Harus Dibagi Dua”

Yaman, negeri termiskin di jazirah Arab yang kaya raya diambang kelaparan. Konflik berkepanjangan telah membuat rakyatnya jatuh miskiN

Nabil HASAN / AFP
Pejuang Dewan Transisi Selatan (STC) beristirahat di tengah-tengah pertempuran dengan pasukan dukungan Arab Saudi di Zinjibar, Provinsi Abyan, Yaman pada 23 Mei 2020. 

SERAMBINEWS.COM, SANAA - Yaman, negeri termiskin di jazirah Arab yang kaya raya diambang kelaparan.

Konflik berkepanjangan telah membuat rakyatnya jatuh miskin, diperparah berbagai macam penyakit.

Apalagi, staf medis tanpa lagi gaji, sehingga tidak akan dapat memberikan layanan kesehatan kepada pasien di tengah pandemi virus Corona.

Hal itu tidak terlepas dari lembaga bantuan kemanusiaan PBB mengurangi bantuan ke Yaman.

Organisasi itu mendesak bantuan untuk menopang operasi mereka di Yaman yang terus dilanda perang.

Mereka mengaku dipaksa untuk menghentikan beberapa pekerjaan bahkan ketika virus Corona ikut merobek negara itu.

Sekitar 75% dari program PBB di Yaman harus ditutup atau mengurangi operasi.

Program Pangan Dunia (WFP) harus memotong ransum menjadi dua.

Bahkan, layanan kesehatan berkurang di 189 dari 369 rumah sakit nasional.

"Hampir mustahil untuk melihat wajah keluarga, menatap mata,” kata Lise Grande, Koordinator WFP di Yaman, Senin (1/6/2020).

Halaman
1234
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved