Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Dandim 0117/Atam Pastikan tidak Ada Pungli di Pos Perbatasan Aceh Tamiang

Fakta di lapangan, kutipan Rp 30.000 yang disebut sebagai pungli untuk petugas itu, merupakan ongkos ojek.

Serambinews.com
Dandim 0117/Atam Letkol Inf Deki Rayusyah Putra usai memberikan klarifikasi terkait pungli di perbatasan, Kamis (4/6/2020). Kecurangan di perbatasan itu disarankan agar dilaporkan resmi. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Komandan Kodim 0117/Atam Letkol Inf Deki Rayusyah Putra ikut angkat bicara atas tuduhan pungutan liar di posko perbatasan.

“Saya perlu bicara karena ada keterlibatan TNI dalam menjaga perbatasan itu,” kata Deki, Kamis (4/6/2020).

Dia mengatakan pasca-pemberitaan itu mencuat dua hari lalu, dia langsung menindaklanjutinya dengan melibatkan POM.

Menurutnya ada beberapa fakta yang perlu disampaikan yang seluruhnya mematahkan tuduhan praktik pungli itu.

Dia pun menegaskan prosedur penjagaan masih dilakukan ketat dan tidak pandang bulu.

“Kemarin ada rombongan bus membawa siswa pelayaran, kita suruh putar sampai Dirjennya menelepon minta bantu,” ujarnya.

Fakta di lapangan , kutipan Rp 30.000 yang disebut sebagai pungli untuk petugas merupakan ongkos ojek.

“Semenjak perbatasan dilakukan penyekatan, ada ojek dadakan di sana. Nah ini ongkosnya Rp 30 ribu. Ada video testimoninya sama kami,” ungkapnya.

Sebagian besar ojek ini membuka pangkalan yang sudah berada di wilayah Langkat, Sumatera Utara. Ojek-ojek ini memanfaatkan penumpang bus yang tertahan di perbatasan dengan melewati jalur tikus yang ada di tengah perkebunan kelapa sawit.

Deki menegaskan pihaknya tidak bisa menertibkan aktivitas ojek ini. “Itukan rakyat, tidak bisa ditindak. Masa harus kami kejar-kejar sampai ke kebun sawit. Nanti lain lagi cerita, dituduh pula mau mencuri sawit,” jelas Deki.

Perwira yang sebelumnya Dandenintel Kodam IM ini mengingatkan masyarakat agar sedikit menghargai kerja petugas. Sedikit digambarkannya, anak buahnya yang ditempatkan di posko perbatasan telah berkorban cukup besar untuk melindungi Aceh dari wabah Covid-19.

“Kasihan anggota kami yang tidak tidur jaga di sana. Apakah ada yang bantu pemindahan (pos dari terminal ke perbatasan) itu, tidak. Mereka gotong sendiri,” ujarnya.

“Ini sudah zaman terbuka, kasih tahu siapa yang menerima pungli. Petugas di situ dilengkapi atribut, jadi mudah ditandai, tinggal dilihat namanya, sampaikan kepada kami,” sambung Deki.(*)

Diduga Hoax, Polisi Selidiki Informasi Pungli di Pos Perbatasan Aceh Tamiang

Gajah Hamil Mati Setelah Makan Nanas Isi Petasan dan Meledak di Mulutnya, India Janji Usut Pelaku

Warga Meureudu Meninggal Dunia di Kebun Kopi di Pegasing, Aceh Tengah, Warga tak Berani Evakuasi

Kuku Wanita Ini Memanjang Sampai 8 Meter, 41 Tahun Tidak Dipotong hingga Masuk Buku Rekor Dunia

Tak Kebagian Tiket Kereta Api, Seorang Pria Nekat Beli Mobil Untuk Bisa Pulang ke Kampung

Polisi Tangkap Pembobol MIN Kuta Lhokseumawe, Uang Dipakai untuk Beli Alat Kosmetik dan HP

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved