Update Corona di Aceh Tamiang

Bukan Karena Covid-19, Pemuda asal Sumut yang Pingsan di Aceh Tamiang Diduga Kelelahan dan Lapar

“Hasil rapid test non-reaktif, jadi bisa kita katakan kejadian pingsan di jalan itu bukan karena virus Corona,” kata Ibnu Aziz, Selasa (9/6/2020).

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Dok: Kiriman Hendri
Pemuda asal Sumatera Utara ditemukan pingsan di tempat umum, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (8/6/2020) malam. Dipastikan peristiwa ini tidak disebabkan Covid-19, melainkan akibat kelelahan dan lapar. 

“Hasil rapid test non-reaktif, jadi bisa kita katakan kejadian pingsan di jalan itu bukan karena virus Corona,” kata Ibnu Aziz, Selasa (9/6/2020).

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBIEWS.COM, KUALASIMPANG – Riki Pratama (22), pemuda yang ditemukan pingsan di jalan Tanahterban, Karangbaru, Aceh Tamiang dipastikan negatif Covid-19, sesuai hasil rapid test yang telah dilakukan tim medis.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Aziz menjelaskan, pemeriksaan rapid test ini dilakukan pada Senin (8/6/2020) malam atau tak lama setelah pria asal Kabupaten Langkat, Sumatera Utara itu dievakuasi.

“Hasil rapid test non-reaktif, jadi bisa kita katakan kejadian pingsan di jalan itu bukan karena virus Corona,” kata Ibnu Aziz, Selasa (9/6/2020).

Hasil non-reaktif itu dijelaskan Aziz, menempatkan Riki sebagai pasien umum.

Sehingga Aziz mengaku, tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh.

“Status dia bukan lagi pasien Covid-19, melainkan pasien umum, jadi sudah ranahnya rumah sakit,” ungkapnya.

Gaji Akan Dipotong 2,5 Persen Per Bulan untuk Iuran, Apa Saja Hak dan Kewajiban Peserta Tapera?

Terpisah, Direktur RSUD Aceh Tamiang, T Dedy Syah mengatakan, kuat dugaan Riki pingsan akibat kelelahan dan belum makan.

Bahkan ada indikasi, pemuda yang tergabung dalam komunitas biker itu dalam kondisi dipengaruhi mabuk lem.

“Dia itu anak punk baru datang dari Langkat. Mungkin karena kecapekan atau memang belum makan, jadi pingsan,” ujar Dedy.

Sebelumnya, Kapolsek Karangbaru Iptu Tarmidi juga memastikan, tidak ada unsur penganiayaan dalam peristiwa pingsannya seorang pemuda di tempat umum.

Kepastian ini berdasarkan kesaksian warga dan kondisi tubuh pemuda Riki yang tidak mengalami luka.

“Ada saksi yang melihat korban berjalan kaki, tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri,” kata Tarmidi, Selasa (9/6/2020).

Rapid Test Massa di Bener Meriah, Hari Pertama Sebanyak 100 Orang Hasilnya Non-Reaktif  

Tarmidi tidak memungkiri, ketika itu warga langsung mengaitkan kasus itu dengan Covid-19.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved