Senin, 4 Mei 2026

Harga Sawit

Harga Sawit Merosot, Petani Minta Pemerintah Stabilkan Harga

Petani sawit di Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan anjloknya harga tanda buah segar (TBS) sawit di kabupaten tersebut.

Tayang:
Penulis: Taufik Zass | Editor: Taufik Hidayat
For Serambinews.com
Pekerja sedang memuat TBS kelapa sawit di areal perkebunan milik petani di kawasan Jalan 30 atau Jalan Lingkar Babahrot-Surien, Kecamatan Kuala Batee, Abdya, Sabtu (14/9/2019). Harga sawit di tingkat petani mulai bersaing setelah pengusaha PMKS di Subulussalam meningkatkan harga beli TBS sawit dari Abdya. Harga sawit Abdya selama dua hari terakhir masih bervariasi antara Rp 850 sampai Rp 920 per kg. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN – Para petani Kelapa Sawit di Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan anjloknya harga tanda buah segar (TBS) di kabupaten tersebut.

Pasalnya selama pandemi Covid 19 ini harga TBS di Kabupaten Aceh Selatan anjlok di level harga Rp 880 rupiah/Kg. Karenanya petani setempat meminta peran Pemerintah untuk menstabilkan harga TBS tersebut.

“Anjloknya harga TBS ini sejak pandemi Covid 19. Dulu sempat Rp 1.300/Kg kini malah merosot tajam yakni Rp 880 rupiah/Kg. Harga tersebut merupakan harga ditingkat agen pengumpul atau ram,” kata H Ismail, salah seorang petani Kelapa Sawit di kawasan Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan kepada Serambi, Selasa (9/6/2020).

Dikatakan H Ismali, jika Pemerintah mampu menstabilkan harga TBS di level Rp 1.200/Kg sudah sangat membantu para petani sawit, sebab dengan harga tersebut mereka sudah bisa menyisihkan penghasilan untuk biaya perawatan dan pemupukan.

“Ya, kalau harganya bertahan Rp 1.200/Kg sudah syukur, kamipun sudah bisa mengeluarkan untuk biaya perawatan dan pemupukan,” jelasanya.

Karenanya, H Ismail bersama sejumlah petani kelapa sawit lainnya berharap Pemerintah bisa mengambil peran menstabilkan harga TBS tersebut, sebab jika kondisi anjloknya harga TBS itu terus berlanjut maka petani setempat tidak bisa menikmati hasil dengan baik. “Sebab harus dikeluarkan lagi untuk biaya perawatan dan pemupukan,” pungkasnya.(*)

Perseteruan AS-China, Donald Trump Tekan Tiongkok Melalui RUU Kekerasan Pada Muslim Uighur

Diduga Curi Tas Louis Vuitton Seharga Rp 107 Juta, Wanita WNI Ditangkap Polisi Australia di Bandara

Edan! Ban Motor Bocor Bukannya Didorong, Pria Ini Malah Memanggul Motornya

Diduga Curi Tas Louis Vuitton Seharga Rp 107 Juta, Wanita WNI Ditangkap Polisi Australia di Bandara

Renee Gracie Dapat Dukungan Orangtua, Masuk Industri Dewasa dari Balapan Supercar Australia

Viral Video Pria Diduga Gangguan Jiwa Berjalan di Tengah Jalan, Motor dan Mobil Menghindar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved