Minggu, 26 April 2026

Luar Negeri

Dunia Darurat Pangan, 820 Juta Orang Kelaparan, Termasuk Balita  

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, Rabu (10/6/2020) mengeluarkan seruan dunia agar mencegah krisis pangan global.

Editor: M Nur Pakar
AFP/MICHAEL TEWELDE
Sekjen PBB, Antonio Guterres menggelar konferensi virtual tentang krisis pangan dan penyebaran virus Corona di markas Persatuan Afrika di Addis Abbas, Ethiopia pada 8 Februari 2020. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres, Rabu (10/6/2020) mengeluarkan seruan dunia agar mencegah krisis pangan global.

Dia mengatakan lebih dari 820 juta orang kelaparan.

Termasuk anak-anak balita (bawah lima tahun) dengan jumlah 144 juta orang akibat pandemi Covid-19.

Dia mengatakan lebih dari cukup makanan untuk memberi makan 7,8 miliar orang di dunia, tetapi sistem pangan telah gagal.

Dia menggelar briefing atas kebijakan tentang dampak COVID-19 pada Keamanan Pangan dan Nutrisi.

Gutteres mengatakan sebelum pandemi, lebih dari 820 juta orang mengalami pangan kronis, dan di antaranya 135 juta orang mengalami krisis pangan,

"Jumlah itu hampir bisa dua kali lipat sebelum akhir tahun karena dampak COVID-19," katanya, seperti dilansir AP, Rabu (10/6/2020).

 Guterres mengatakan sekitar 49 juta orang tambahan mungkin jatuh ke dalam kemiskinan ekstrem karena terkena dampak pandemi virus Corona.

Dia memperkirakan penurunan ekonomi global tahun ini dalam PDB global, berarti akan ada tambahan 700.000 anak miskin.

Menurut dia, langkah-langkah untuk mengatasi pandemi COVID-19 mempengaruhi rantai pasokan pangan global.

"Pembatasan dan penguncian perbatasan, memperlambat panen di beberapa bagian dunia.”

“Bahkan membuat jutaan pekerja musiman tanpa mata pencaharian, sementara juga membatasi transportasi makanan ke pasar," katanya.

AS Resmi Hengkang dari WHO, Cina Dinilai Sebagai Biang Keladi

WHO Minta Dunia Hentikan Percobaan Obat Anti-Malaria untuk Pasien Virus Corona

WHO Tuduh Sejumlah Negara Abaikan Rekomendasinya, Penyebaran Virus Corona Terus Meluas

Sejumlah anak-anak naik keledai untuk mengangkut air bersih di sebuah kamp pengungsi utara Provinsi Hajjah, Yaman pada 7 Juni 2020.
Sejumlah anak-anak naik keledai untuk mengangkut air bersih di sebuah kamp pengungsi utara Provinsi Hajjah, Yaman pada 7 Juni 2020. (AFP/ESSA AHMED)

Dia menunjuk atas penutupan paksa pabrik pengolahan daging dan pasar makanan di banyak lokasi karena wabah COVID-19 yang serius.

Sedangkan Agnes Kalibata, utusan khusus PBB untuk KTT Sistem Pangan yang dijadwalkan pada 2021, mengatakan dari AS ke India, produk membusuk di ladang.

Karena penguncian mencegah orang panen dan menanam tanaman.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved